Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).

Pertemuan itu membahas penguatan strategi ketahanan energi nasional dan kelanjutan program hilirisasi.

>>> Jemaah Haji Indonesia Padati Masjid Abdullah bin Abbas di Taif Menjelang Kepulangan

Bahlil menyebut pertemuan tersebut fokus pada upaya mitigasi pemerintah terhadap fluktuasi harga komoditas global akibat eskalasi geopolitik internasional.

Langkah taktis yang diambil adalah mempercepat peralihan konsumsi bahan bakar masyarakat guna menekan ketergantungan impor.

Instruksi Presiden: Percepat Transisi ke CNG

"Kami baru selesai menghadap bapak Presiden. Kami melakukan rapat untuk membicarakan pada sektor energi dan sektor hilirisasi," ujar Bahlil usai pertemuan.

Presiden Prabowo memberikan instruksi langsung untuk mengamankan ketersediaan energi bagi publik melalui pemanfaatan sumber daya domestik.

>>> Timnas U19 Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U19 2026 Usai Dikalahkan Australia

Arahan khusus mencakup percepatan peralihan dari Liquified Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).

"Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai, bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif, khususnya yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG ke CNG," kata Bahlil.

Selain transisi energi, pertemuan juga membahas pembenahan tata kelola industri ekstraktif. Namun, rincian skema penataan sektor pertambangan belum dipaparkan lebih lanjut.

>>> Mayoritas CEO Indonesia Integrasikan Agentic AI untuk Efisiensi Bisnis

"Yang kedua penataan tambang dan yang ketiga adalah kesiapan di sektor energi PLN maupun dari sisi ketersediaan daripada BBM kita," pungkas Bahlil.