Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak di zona hijau pada perdagangan Senin (15/6/2026).

Sentimen positif ini muncul setelah tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

>>> Indosiar Kuasai Rating TV Nasional per Senin, 15 Juni 2026 Lewat Dua Program Unggulan

Investment Analyst Lead Stockbit, Edi Chandren, menilai pasar komoditas langsung merespons positif kesepakatan tersebut.

Harga minyak mentah dunia tercatat merosot sekitar 4 persen, sementara komoditas emas justru menguat mendekati 2 persen.

"Penurunan harga minyak, kini di level US$80 per barel, berpotensi semakin mengurangi kekhawatiran fiskal pemerintah sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah dan saham-saham blue chip," katanya dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Sektor Emas dan Saham Konglomerasi Diprediksi Pimpin Kenaikan

Sektor komoditas emas diprediksi akan memimpin lonjakan pada perdagangan hari ini. Beberapa emiten yang berpotensi mengalami reli di antaranya adalah EMAS, BRMS, ARCI, hingga HRTA.

Meredanya sikap menghindari risiko (risk-off) di pasar modal juga dinilai bakal memberi dorongan kuat pada saham-saham konglomerasi. "Selain itu, sentimen risk-on berpotensi mendorong saham-saham konglomerasi secara umum," katanya.

Pada awal perdagangan, deretan saham milik para konglomerat langsung menunjukkan lonjakan harga yang signifikan.

Saham di bawah naungan Happy Hapsoro mencatatkan kenaikan, seperti PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) yang melesat 7,10 persen ke posisi Rp830.

Selanjutnya, PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) naik 7,64 persen menjadi Rp310, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) menguat 4,80 persen ke Rp3.930, serta PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) yang terdongkrak 4,46 persen ke level Rp4.920.

Grup Barito milik Prajogo Pangestu juga terpantau melaju pesat.