Ekonom Proyeksikan BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75% pada Juni 2026
Mayoritas ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pekan ini.
Proyeksi tersebut dihasilkan dari median estimasi survei Bloomberg terhadap 30 ekonom dan analis, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada Senin (15/6/2026).
>>> Moriyasu Picu Perbincangan dengan Kode Angka Misterius saat Jepang Tahan Belanda
Langkah pengetatan moneter lanjutan ini diperkirakan tetap diambil setelah Bank Indonesia melakukan peningkatan BI Rate yang cukup agresif sebesar 75 basis poin sepanjang sebulan terakhir.
Konsentrasi perkiraan para analis yang berada pada kisaran 5,5 hingga 5,75 persen mengindikasikan bahwa pelaku pasar menilai tidak ada ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga dalam kurun waktu dekat.
Dua ekonom bahkan memperkirakan langkah yang lebih agresif dari Bank Indonesia dengan proyeksi peningkatan sebesar 50 basis poin hingga mencapai level 6 persen.
Pandangan Ekonom soal Kenaikan BI Rate
"Kenaikan lanjutan secepat rapat Juni tetap mungkin terjadi, meski bisa dihindari jika rupiah mulai stabil atau harga minyak melunak," kata Tamara Henderson, Ekonom Bloomberg Economics.
>>> Jerman dan Swedia Raih Kemenangan Besar di Piala Dunia 2026
Henderson memproyeksikan bahwa bank sentral masih akan meneruskan kebijakan pengetatan moneter ini hingga bunga acuan menyentuh angka 6 persen pada kuartal pertama tahun depan.
Di sisi lain, sebagian ekonom memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan tingkat BI Rate pada level 5,5 persen, termasuk Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede yang menilai skenario bertahan memiliki probabilitas 80 hingga 90 persen.
"Dalam kondisi rupiah mulai menguat, BI sebaiknya tidak terburu-buru menaikkan suku bunga lagi hanya untuk mengejar penguatan jangka pendek," kata Josua Pardede.
Josua menambahkan bahwa peluang kenaikan lanjutan sebesar 25 basis poin masih terbuka sekitar 10 hingga 20 persen apabila tekanan eksternal meningkat, seperti pelemahan rupiah menembus Rp18.100-Rp18.200 per dolar AS atau lonjakan harga minyak dunia.
>>> Timnas Iran Tiba di Los Angeles Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berdasarkan data pasar pada Senin (15/6/2026) pukul 11:10 WIB, nilai tukar rupiah terpantau stabil dengan penguatan 1,02 persen ke posisi Rp17.687 per dolar AS didukung penurunan harga minyak mentah sebesar 4,71 persen ke level US$83,22 per barel.
Update Terbaru
Siri Masa Depan Bisa Jadi Agen AI yang Mengoperasikan Perangkat Apple
Senin / 15-06-2026, 13:08 WIB
BRI Luncurkan Tiga Reksadana Dolar AS Lewat BRImo
Senin / 15-06-2026, 13:05 WIB
Pengguna Internet Indonesia Capai 235,26 Juta Jiwa pada 2026
Senin / 15-06-2026, 13:05 WIB
Manu Kone Tunda Bahas Masa Depan di AS Roma Demi Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 13:05 WIB
Niramas Utama Targetkan Dana IPO Rp392 Miliar untuk Ekspansi Inaco
Senin / 15-06-2026, 13:04 WIB
Ruben Onsu Sindir Giorgio Antonio soal Konten di Rumah Sarwendah
Senin / 15-06-2026, 13:04 WIB
Klasemen Grup B Piala Dunia 2026: Swiss Puncaki Lewat Fair Play
Senin / 15-06-2026, 13:04 WIB
Subsidi Pemerintah AS Jadi Penopang Awal Kesuksesan Tesla dan SpaceX
Senin / 15-06-2026, 13:04 WIB
Disdik Jateng Buka SPMB 2026 untuk SMA dan SMK Negeri, Ini Jadwalnya
Senin / 15-06-2026, 13:04 WIB
Kementan Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Ini Jalur dan Syaratnya
Senin / 15-06-2026, 13:04 WIB
Elon Musk Pilih Tinggal di Rumah Kecil Setelah Jadi Triliuner Pertama
Senin / 15-06-2026, 13:04 WIB
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Listrik
Senin / 15-06-2026, 12:59 WIB
Pabrikan Jepang Kuasai Pasar Otomotif Indonesia Awal 2026
Senin / 15-06-2026, 12:59 WIB
Nissan Pangkas Waktu Pengembangan Mobil Hingga Separuh Waktu
Senin / 15-06-2026, 12:56 WIB






