Pemerintah federal dan pembayar pajak Amerika Serikat menjadi penyokong dana utama yang menyelamatkan bisnis awal Tesla dan SpaceX milik Elon Musk sebelum berkembang menjadi perusahaan triliuner.

Dukungan finansial krusial tersebut diberikan melalui berbagai kucuran dana hibah, pinjaman, kontrak kerja sama, hingga kebijakan regulasi emisi.

>>> Disdik Jateng Buka SPMB 2026 untuk SMA dan SMK Negeri, Ini Jadwalnya

SpaceX menerima dana hibah awal lebih dari USD 500 juta dari pemerintah federal untuk mengembangkan bisnisnya sebagai startup.

Valuasi Tesla yang saat ini menyentuh angka sekitar USD 1,5 triliun juga tidak lepas dari bantuan finansial serupa saat awal berdiri.

Hibah NASA untuk SpaceX

Pemberian modal penting bagi SpaceX dimulai pada tahun 2006 lewat hibah NASA senilai USD 278 juta untuk pengembangan roket Falcon dan kapsul Dragon.

Kerja sama ini terjalin demi memenuhi kebutuhan transportasi astronot dan kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pasca-berakhirnya Program Pesawat Ulang Alik.

"Tidak akan ada (Tesla dan SpaceX) jika bukan karena pemerintah," ujar Ross Gerber, CEO perusahaan investasi Gerber Kawasaki sekaligus salah satu investor awal di Tesla.

Bantuan untuk Tesla juga mengalir sebelum penawaran saham perdana melalui pinjaman bunga rendah Departemen Energi AS sebesar USD 465 juta untuk mengembangkan Model S.

Di samping itu, pembeli Tesla di Amerika sempat menerima kredit pajak federal dengan total mencapai USD 3,4 miliar sebelum kebijakan ini dihentikan pada tahun 2019.

Kebijakan tersebut sempat dipulihkan pada tahun 2023, namun pemerintahan Trump mengakhirinya pada September 2025.

>>> Kementan Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Ini Jalur dan Syaratnya

Pendapatan Tesla kian terdongkrak lewat program pemenuhan ambang batas emisi karbon yang mewajibkan produsen otomotif lain membeli kredit emisi dari Tesla dengan total keuntungan mencapai lebih dari USD 2 miliar sepanjang 2008 hingga 2019.