Minat investor terhadap saham SpaceX tetap tinggi menjelang debut perusahaan di pasar saham pekan ini.

Antusiasme ini bertahan meskipun valuasi perusahaan telah melonjak tajam dan berbagai risiko bisnis masih menjadi perhatian.

>>> Proyeksi Kurs Rupiah 15 Juni 2026 Berisiko Melemah ke Rp17.950

Sejumlah investor awal mengungkapkan bahwa membeli saham SpaceX saat masih berstatus privat bukanlah proses mudah.

Selain membutuhkan koneksi yang tepat, calon investor juga harus melewati proses seleksi yang tidak biasa.

Bagi banyak investor, mendapatkan akses awal ke SpaceX menjadi tantangan tersendiri karena perusahaan mempertahankan basis pemegang saham yang terbatas.

Salah satu investor menceritakan bahwa dananya berhasil membeli saham SpaceX senilai US$10 juta pada 2018 melalui hubungan dengan Lyndon Rive, sepupu Elon Musk sekaligus mantan CEO SolarCity.

Investor lain yang merupakan manajer portofolio dari dana investasi AS senilai US$500 miliar mengaku memperoleh alokasi saham SpaceX pada 2023.

Akses tersebut didapatkan melalui hubungan baik dengan salah satu anggota dewan Tesla.

Proses Wawancara Ketat oleh Manajemen SpaceX

Beberapa investor mengatakan mereka harus mengunjungi kantor pusat SpaceX dan menjalani sesi wawancara dengan tim perusahaan sebelum diizinkan menanamkan modal.

Dalam pertemuan tersebut, tim SpaceX termasuk CFO Bret Johnsen mengajukan pertanyaan terkait kondisi keuangan investor, sumber dana, hingga komitmen untuk penggalangan dana berikutnya.

Pada akhirnya, keputusan investasi disebut tetap memerlukan persetujuan pribadi dari Elon Musk. Kondisi ini membuat proses seleksi terasa sangat ketat bagi para calon pemegang saham.

"Kami merasa lebih banyak diwawancarai dibandingkan mewawancarai mereka," ujar seorang investor.

>>> Jepang dan Qatar Imbangi Raksasa Eropa di Piala Dunia 2026