BEI Pantau Saham Falmaco Nonwoven Industri Akibat Pergerakan Tidak Wajar
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara ketat pergerakan saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC).
Pengawasan ini dilakukan karena adanya indikasi pola transaksi dan harga yang bergerak di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
>>> 13 Federasi Sepak Bola Kecam Presiden UEFA soal Kritik Format Piala Dunia
Langkah pemantauan ini diambil oleh otoritas bursa pada Senin (15/6/2026). Fluktuasi instrumen investasi tersebut dinilai tidak wajar.
Berdasarkan data perdagangan, performa saham FLMC tercatat menukik sebesar 45,24 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Saham tersebut juga mengalami penurunan hingga 33,81 persen sejak awal tahun.
Pihak otoritas pasar modal memberikan penjelasan resmi mengenai status pengawasan khusus yang sedang diberlakukan terhadap emiten industri tekstil non-anyaman tersebut.
>>> Seth Rogen Putus Komunikasi dan Ogah Bekerja Sama dengan James Franco
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).
Meskipun belum dipastikan sebagai bentuk pelanggaran hukum, BEI menegaskan bahwa pemantauan intensif tetap berjalan demi menjaga keterbukaan pasar.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham-saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.
Menyusul pengumuman status UMA ini, para pelaku pasar diimbau untuk lebih cermat dalam memperhatikan segala bentuk jawaban konfirmasi dari pihak emiten.
>>> Investor Asing Borong Saham INDF Senilai Rp 67 Miliar
Mereka juga perlu mencermati kinerja operasional hingga rencana aksi korporasi yang akan dilakukan perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Update Terbaru
Sony Pictures Rilis Trailer The Social Reckoning, Angkat Kontroversi Facebook
Senin / 15-06-2026, 09:38 WIB
Psikolog Ungkap 5 Kebiasaan yang Bikin Bahagia Lebih Lama
Senin / 15-06-2026, 09:36 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.790 per Dolar AS Dipicu Penurunan Harga Minyak
Senin / 15-06-2026, 09:33 WIB
Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Naik Rp 18.000, Buyback Melonjak Rp 46.000
Senin / 15-06-2026, 09:33 WIB
Baseus Luncurkan PicoGo Air AM71, Powerbank Magnetik Tertipis di Dunia
Senin / 15-06-2026, 09:32 WIB
Spanyol Siap Hadapi Tanjung Verde di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 09:28 WIB
Apple Hentikan Dukungan 16 Perangkat, Cek Daftar Gadget Terdampak
Senin / 15-06-2026, 09:24 WIB
Timnas Iran Bertekad Bawa Kebahagiaan di Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 09:24 WIB
PT Niramas Utama Tbk Rencana Bagikan Dividen Tunai Maksimal 30 Persen
Senin / 15-06-2026, 09:24 WIB
Harga Buyback Emas Antam Naik Jadi Rp2.500.000 per Gram
Senin / 15-06-2026, 09:19 WIB
Asing Borong Saham CUAN Milik Prajogo Pangestu, Melonjak 827%
Senin / 15-06-2026, 09:18 WIB
Aplikasi Android Berbahaya Mengintai Pengguna, Kenali Modus dan Daftarnya
Senin / 15-06-2026, 09:17 WIB
Inaco Bersiap IPO di BEI, Targetkan Dana Segar Rp392 Miliar
Senin / 15-06-2026, 09:17 WIB
Hindari 7 Kalimat Ini agar Tidak Menyakiti Perasaan Anak
Senin / 15-06-2026, 09:16 WIB






