PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman bermerek Inaco, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Langkah ini berpotensi meraup dana segar maksimal sekitar Rp392 miliar, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz.

>>> Hindari 7 Kalimat Ini agar Tidak Menyakiti Perasaan Anak

Perusahaan menjadwalkan pencatatan saham di BEI pada 7 Juli 2026 dengan kode JELI.

Inaco menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru, setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Kisaran harga penawaran saham adalah Rp900 hingga Rp1.120 per saham.

Risiko Usaha yang Perlu Dicermati

Calon investor perlu mencermati sejumlah risiko usaha, mulai dari ketergantungan terhadap bahan baku, persaingan industri, perubahan regulasi, hingga fluktuasi harga saham pascapencatatan.

Ketersediaan dan volatilitas harga bahan baku dari pemasok domestik maupun luar negeri menjadi faktor utama yang memengaruhi kelangsungan bisnis.

Faktor cuaca, gangguan distribusi, kebijakan pemerintah, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika permintaan global sangat memengaruhi pasokan.

Manajemen Inaco dalam prospektus mengakui kondisi tersebut berpotensi menaikkan biaya produksi dan menekan margin keuntungan jika beban biaya tidak dapat dialihkan ke pelanggan.

"Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan tidak dapat dimitigasi secara efektif, maka hal tersebut dapat memberikan dampak material dan merugikan terhadap kinerja operasional, kondisi keuangan, serta prospek usaha Perseroan," tulis manajemen dalam prospektus, dikutip Senin (15/6/2026).

Inaco bergerak di industri makanan dan minuman yang memiliki tingkat persaingan tinggi dari pelaku usaha domestik maupun internasional.

Kompetisi ini mencakup aspek harga, kualitas produk, inovasi, kekuatan merek, hingga efektivitas distribusi dan pemasaran.

>>> Review Honda Jazz Hybrid: Sensasi Fun to Drive yang Tetap Irit