PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman merek Inaco, berencana membagikan dividen tunai dengan rasio maksimal 30 persen dari laba bersih setiap tahun setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (15/6/2026).

Realisasi pembagian dividen akan mempertimbangkan kondisi keuangan serta kebutuhan pengembangan bisnis perseroan.

>>> Harga Buyback Emas Antam Naik Jadi Rp2.500.000 per Gram

Keputusan ini akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dengan memperhatikan arus kas, proyeksi keuangan, modal kerja, belanja modal, dan rencana investasi.

Manajemen dalam prospektus menyatakan bahwa setelah penawaran umum perdana saham, perseroan berencana membayarkan dividen tunai dengan rasio maksimal 30 persen dari laba bersih setelah penyisihan cadangan wajib, tanpa mengabaikan tingkat kesehatan perseroan.

Namun, manajemen menegaskan tidak ada jaminan dividen akan selalu dibagikan pada setiap periode akuntansi. Jadwal, jumlah, dan jenis pembayaran tetap mengikuti rekomendasi direksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Peluang pembagian dividen interim sebelum tahun buku berakhir juga terbuka melalui keputusan direksi yang disetujui dewan komisaris jika kondisi keuangan memungkinkan.

Namun, jika pada akhir tahun buku perseroan mengalami kerugian, dividen interim yang telah dibagikan wajib dikembalikan oleh pemegang saham.

IPO dan Penggunaan Dana

Niramas Utama tengah bersiap melaksanakan IPO dengan menawarkan maksimal 350 juta saham baru atau setara 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

>>> Asing Borong Saham CUAN Milik Prajogo Pangestu, Melonjak 827%

Dengan kisaran harga penawaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham, perusahaan berpotensi menghimpun dana segar maksimal sekitar Rp392 miliar.

Sekitar 51,04 persen dana hasil IPO akan disalurkan sebagai penyertaan modal ke anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), untuk membeli dan menginstalasi mesin produksi gummy candy serta jelly.

Sebanyak 18,36 persen dana dipakai untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan efisiensi logistik.

Selanjutnya, 10,63 persen dialokasikan untuk membayar sebagian pokok pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) guna menurunkan saldo pinjaman menjadi Rp54 miliar, sementara sisanya 19,97 persen digunakan sebagai modal kerja.

Masa penawaran awal atau bookbuilding JELI berlangsung pada 15 Juni hingga 22 Juni 2026, dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 1-3 Juli 2026.

>>> Inaco Bersiap IPO di BEI, Targetkan Dana Segar Rp392 Miliar

Pencatatan saham perdana di BEI dijadwalkan pada 7 Juli 2026.