Amerika Serikat dan Iran resmi sepakat menghentikan seluruh operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon. Kesepakatan ini mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir empat bulan.

Pengumuman gencatan senjata disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator pada Minggu atau Senin pagi WIB.

>>> Manchester United Segera Rampungkan Transfer Ederson di New York

"Setelah melalui pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan Kesepakatan Damai antara AS dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI," ujar Sharif.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan konfirmasi resmi melalui platform media sosial. "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulis Trump.

Selat Hormuz Kembali Dibuka

Menyusul kesepakatan, Trump menginstruksikan pembukaan kembali Selat Hormuz. Langkah ini mencabut blokade Angkatan Laut AS yang telah melumpuhkan jalur perdagangan utama sejak akhir Februari 2026.

Blokade sebelumnya memicu lonjakan harga energi, gas, dan pupuk global.

>>> FIFA Larang Timnas Mesir Pakai Jersey Tujuh Bintang di Piala Dunia 2026

Wakil Presiden AS JD Vance menilai pembukaan jalur logistik vital ini akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

"Kami akan mampu menekan biaya energi, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk jangka panjang," ujar Vance.

Pemerintah Qatar menyambut positif kesepakatan ini, menilai penting bagi perdamaian berkelanjutan dan pemulihan ekonomi internasional.

Sementara itu, negara-negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia menyatakan siap mencabut sanksi terhadap Iran jika ada jaminan konkret mengenai program nuklir mereka.

>>> Cara Menambahkan Saldo di TikTok Ads Manager dengan Mudah

Upacara penandatanganan resmi kesepakatan damai dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.