Harga kontrak berjangka biji-bijian di bursa komoditas Chicago mengalami penurunan. Penurunan ini dipicu oleh sinyal positif terkait rencana pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersama Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan sementara untuk membuka kembali jalur tersebut. Kedua belah pihak juga menyepakati penghentian perang yang telah berlangsung berbulan-bulan.

>>> Disney+ Hotstar Tayangkan Drakor Made in Korea, Hyun Bin Jadi Pemeran Utama

Pertemuan resmi untuk menandatangani perjanjian dijadwalkan pada 19 Juni 2026 di Swiss. Penetapan tanggal itu mengindikasikan bahwa beberapa poin dalam kesepakatan masih perlu diselesaikan.

Dampak pada Pasokan dan Harga Pangan

Selat Hormuz merupakan jalur perairan utama bagi perdagangan komoditas penting seperti bahan bakar dan pupuk.

Selama konflik, petani menanggung lonjakan biaya produksi yang mendorong kenaikan harga biji-bijian dan tanaman penghasil minyak.

>>> Baseus Luncurkan PicoGo Air AM71, Powerbank Magnetik Tertipis dengan NFC

Reli harga energi akibat perang juga sempat meningkatkan permintaan terhadap bahan bakar nabati. Komoditas itu menjadi alternatif yang lebih menarik dibandingkan bahan bakar fosil yang harganya melambung.

Sebelumnya pada Mei lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memperingatkan dampak buruk penutupan selat tersebut.

>>> Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Tersangka Korupsi Motor Listrik BGN

FAO menyebut krisis harga pangan global parah berpotensi terjadi dalam enam hingga 12 bulan jika jalur itu terus ditutup.