Nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pasar spot exchange, Senin, 15 Juni 2026.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB yang dikutip dari Investor Daily, mata uang Indonesia menguat signifikan sebesar 82 poin atau 0,46 persen ke posisi Rp 17.778 per dolar AS.

>>> Paramount Land Terapkan Urbanisasi Berkelanjutan di Gading Serpong

Penguatan ini memicu penyesuaian angka transaksi di sejumlah perbankan besar di Indonesia, termasuk BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Kurs di BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menetapkan angka transaksi yang bervariasi tergantung pada jenis layanan keuangan yang digunakan oleh nasabah.

Melalui e-rate pada pukul 09.21 WIB, BCA menerapkan harga beli dolar AS sebesar Rp 17.735 dan harga jual senilai Rp 17.755.

Sementara pada layanan TT counter dan bank notes, BCA mematok nominal patokan yang seragam, yaitu harga beli Rp 17.678 serta harga jual Rp 17.953.

Kurs di Bank Mandiri

Langkah penyesuaian juga diambil oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan merilis beberapa kategori kurs resmi pada pukul 09.20 WIB.

Bank Mandiri menentukan special rate pada angka Rp 17.920 untuk harga beli dan Rp 17.950 per dolar AS untuk harga jual.

Bagi nasabah yang bertransaksi via TT counter Mandiri, biaya pembelian dipasang sebesar Rp 17.650 dengan nilai penjualan Rp 17.950 per dolar AS.

>>> Steve Clarke Minta Skotlandia Tak Bergantung pada Scott McTominay

Untuk jenis bank notes Mandiri, ketetapan harga beli berada di angka Rp 17.730 per dolar AS sedangkan harga jual berada pada nominal Rp 18.030 per dolar AS.