Pasar obligasi pemerintah mengawali pekan dengan tren positif. Dominasi aksi beli mewarnai perdagangan Surat Utang Negara (SUN) seiring penguatan nilai tukar rupiah yang berlanjut.

Data Bloomberg menunjukkan penurunan imbal hasil pada hampir seluruh tenor investasi. Rupiah menguat 0,84 persen ke posisi Rp17.720/US$ pada pukul 09:59 WIB.

>>> Mayoritas Analis Beri Rekomendasi Buy untuk Saham ANTM

Aktivitas perburuan investor terlihat kuat pada instrumen tenor menengah.

Penurunan imbal hasil paling signifikan terjadi pada tenor 7 tahun sebesar 26,7 bps dan tenor 8 tahun yang merosot 26,2 bps.

Imbal hasil tenor 5 tahun turun 13,8 bps, tenor 11 tahun turun 12,3 bps, dan tenor 4 tahun menyusut 11,8 bps.

Sementara itu, imbal hasil tenor 1 tahun terkoreksi tipis 0,6 bps ke level 7,2 persen.

Tenor 2 tahun turun 8,6 bps menjadi 7,18 persen, dan tenor 3 tahun menyusut 1,9 bps ke angka 7,43 persen.

Instrumen tenor acuan 10 tahun juga turun 2,8 bps menuju posisi 7,41 persen.

Namun, tidak seluruh tenor bergerak seragam.

Beberapa instrumen tenor panjang justru mengalami kenaikan terbatas, seperti tenor 9 tahun naik 2,2 bps ke 7,36 persen, tenor 12 tahun naik 0,6 bps ke 7,54 persen, dan tenor 13 tahun naik 6,1 bps menjadi 7,48 persen.

Kondisi ini mencerminkan sikap investor yang agresif memburu seri tertentu. Mereka memilih instrumen yang menawarkan keseimbangan optimal antara imbal hasil dan durasi investasi.

Tren positif juga meluas ke pasar surat utang pemerintah berdenominasi dolar AS (INDON). Penurunan imbal hasil terjadi kompak di seluruh lini tenor.

>>> Mati Syiar di Malam 1 Muharram: Amalan Dzikir dan Doa Para Ulama