Kapten Timnas Skotlandia, Andy Robertson, menjadi pusat perhatian setelah diduga menemukan celah dalam regulasi baru FIFA mengenai lemparan ke dalam pada Piala Dunia 2026.

Momen tersebut muncul saat Skotlandia memulai laga perdana grup dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada Minggu (14/06/2026) pagi WIB.

>>> Wasit Omar Artan Batal Pimpin Piala Dunia 2026 karena Gagal Masuk AS

Kemenangan lewat gol tunggal gelandang Aston Villa, John McGinn, di babak pertama menjadi modal krusial bagi skuad asuhan Steve Clarke sebelum bersua Brasil dan Maroko.

Pertandingan ini juga terasa istimewa bagi Robertson karena ia menjadi kapten pertama yang memimpin Skotlandia di Piala Dunia sejak edisi 1998 silam.

"Perasaan yang luar biasa. Para pemain berhasil mewujudkan mimpi mereka hari ini," ujar Robertson kepada BBC Scotland.

Sorotan tertuju pada aksi Robertson saat berupaya mempertahankan keunggulan Skotlandia di menit-menit akhir laga.

FIFA menerapkan aturan hitung mundur lima detik untuk pemain yang hendak melakukan lemparan ke dalam demi mengikis taktik mengulur waktu.

Sanksi kehilangan hak lemparan sebelumnya sudah menimpa bek Bosnia-Herzegovina, Sead Kolasinac, saat bersua tuan rumah Kanada.

>>> Arab Saudi vs Uruguay: Duel Sengit Grup H Piala Dunia 2026

Namun, Robertson terlihat menginstruksikan posisi rekan-rekannya terlebih dahulu sebelum memegang bola untuk melempar.

Wasit tidak menjatuhkan hukuman meski proses itu memakan waktu lebih dari 10 detik karena hitungan baru berjalan setelah bola dipegang.

Reaksi Suporter di Media Sosial

Taktik cerdik bek yang baru berseragam Tottenham Hotspur ini memicu perdebatan hangat di kalangan pendukung sepak bola melalui media sosial X.

"Arteta sedang mencatat trik ini," tulis seorang pengguna netizen.

"Aturan anti membuang waktu itu hanya bertahan tiga hari."

"Licik juga Robbo, tapi saya menyukainya."

>>> Kemenkum Siap Proses Naturalisasi Dua Pemain Keturunan untuk Timnas Indonesia

Sebagian penggemar menganggap kejadian ini memperlihatkan bagaimana tim modern selalu jeli mengeksploitasi setiap celah dari regulasi baru.