Sektor pariwisata Korea Selatan mencatat pertumbuhan signifikan pada lima bulan pertama 2026.

Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Negeri Ginseng tersebut meningkat 20,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

>>> Memahami RDN BCA: Rekening Khusus Investasi dan Bedanya dengan Tabungan Biasa

Kantor Imigrasi Bandara Incheon melaporkan sebanyak 22,13 juta orang melintasi imigrasi Korea Selatan sepanjang Januari hingga Mei.

Angka ini naik 11,1 persen dari 19,92 juta orang pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kedatangan warga negara asing melonjak dari 7,49 juta orang menjadi 9,01 juta orang.

Sementara itu, jumlah warga Korea Selatan yang kembali ke negaranya hanya tumbuh 5,5 persen menjadi 13,12 juta orang.

Pertumbuhan ini memicu optimisme di kalangan pejabat imigrasi setempat. Mereka meyakini jumlah pelancong internasional pada tahun ini akan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pada tahun 2025, total perjalanan ke Korea Selatan sudah menembus angka 98,32 juta. Angka itu melampaui rekor sebelum pandemi yang berada di 93,54 juta perjalanan.

>>> Timnas Australia Tekuk Turki 2-0 di Laga Perdana Grup D Piala Dunia 2026

China dan Taiwan Dominasi Kunjungan

Wisatawan asal China menjadi kelompok yang paling mendominasi kunjungan ke Korea Selatan. Lonjakan kedatangan dari China dan Taiwan menunjukkan pertumbuhan tahunan yang sangat tinggi.

Pasar China berada di peringkat pertama dalam pertumbuhan tahunan, disusul Taiwan di posisi kedua.

Setelah itu, Jepang tumbuh 20,1 persen, Amerika Serikat 11,8 persen, dan Vietnam 10,7 persen.

Pengaruh K-Pop dan Pelemahan Won

Sejumlah pengamat industri menjelaskan bahwa tren positif ini dipengaruhi oleh momen liburan musim semi. Selain itu, penyelenggaraan acara terkait BTS pada Maret dan April turut mendongkrak minat kunjungan.

Popularitas K-Pop Demon Hunters juga menjadi daya tarik utama bagi pelancong luar negeri. Faktor lain adalah kondisi nilai tukar won Korea yang melemah.

>>> Kemenkeu Catat Aset Negara Tembus Rp14.600 Triliun pada 2025

Pelemahan won berdampak pada peningkatan daya beli mata uang asing. Akibatnya, biaya perjalanan dan pengeluaran selama di Korea Selatan menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan internasional.