Proyek revival dan reboot film horor legendaris The Blair Witch Project (1999) yang digarap Lionsgate bersama Blumhouse dipastikan berjalan tanpa kehadiran aktris utamanya.

Heather Donahue, yang kini berganti nama menjadi Rei Hance, menegaskan tidak memiliki ketertarikan untuk bergabung kembali.

>>> Umat Islam Lestarikan Tradisi Pawai Obor Sambut Tahun Baru Hijriah

Klarifikasi tersebut muncul setelah pengumuman resmi bahwa waralaba horor bergaya found-footage ini akan diproduksi ulang untuk generasi baru.

Film terbaru ini disutradarai oleh Dylan Clark dengan naskah yang ditulis oleh Chris Devlin.

Sejumlah wajah lama seperti Joshua Leonard dan Michael C Williams dipastikan kembali terlibat.

Selain itu, sineas asli film pertama yaitu Eduardo Sanchez, Daniel Myrick, dan Gregg Hale juga turut bergabung sebagai eksekutif produser.

Alasan Rei Hance Menolak

Hance memilih absen karena menganggap dunia Blair Witch sebagai masa lalu yang sudah selesai.

Sikap tegas ini ia sampaikan melalui akun Facebook pribadinya saat menanggapi unggahan produser James Wan.

Ia mengklarifikasi bahwa ia tidak berpartisipasi karena perjanjian yang ditawarkan menimbulkan pertanyaan jangka panjang tentang hak, penggunaan teknologi identitas dan suara di masa depan, kemampuan berbicara bebas, dan kompensasi.

"Pada akhirnya, itu bukanlah sesuatu yang membuat saya nyaman untuk menandatanganinya. Saya sungguh berharap yang terbaik untuk semua orang yang terlibat.

Tetapi menjaga otonomi saya lebih penting bagi saya," tulis Hance.

Keputusan Hance didasari oleh pengalaman masa lalu yang mengecewakan.

>>> Prabowo Subianto Sambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka

Meskipun The Blair Witch Project menjadi salah satu film independen paling menguntungkan dalam sejarah dengan meraup hampir $250 juta, para aktor utamanya hanya menerima upah yang sangat minim.