Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, memproyeksikan aktivitas beli masih berpotensi berlanjut.

Target imbal hasil SUN tenor 10 tahun berada di kisaran 7,25-7,35 persen, sedangkan INDON diprediksi di rentang 5,35-5,45 persen.

Sentimen Global dan Redanya Ketegangan AS-Iran Dukung Rupiah

Apresiasi rupiah telah berlangsung selama lima hari perdagangan berturut-turut. Penguatan ini didukung meredanya tekanan eksternal, dengan mayoritas mata uang Asia menguat serempak.

Peso Filipina memimpin penguatan regional dengan kenaikan 1,26 persen, disusul rupiah 0,89 persen.

Dolar Taiwan dan won Korea Selatan menguat masing-masing 0,37 persen, baht Thailand 0,33 persen, ringgit Malaysia 0,29 persen, dan dolar Singapura 0,19 persen.

Sentimen positif ini ditopang oleh merosotnya harga minyak dunia sebesar 4,79 persen ke level US$83,15 per barel.

Penurunan harga minyak dipicu meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.

Kesepakatan sementara antara AS dan Iran berpotensi membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan membuka Selat Hormuz tanpa pungutan dan mengakhiri blokade terhadap Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazzem Gharibabadi, mengonfirmasi kesepakatan telah dicapai.

>>> Pasar Keuangan Korea Selatan Menguat Tajam Imbas Redanya Konflik AS dan Iran

Teks lengkap perjanjian akan dipublikasikan setelah penandatanganan di Swiss, dan jalur Selat Hormuz dijadwalkan dibuka kembali setelah penandatanganan pada Jumat pekan ini.