Nilai tukar rupiah menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pekan ini, Senin 15 Juni 2026.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, mata uang Garuda melonjak 82 poin atau 0,46 persen ke posisi Rp 17.778 per dolar AS.

>>> Sinopsis Retribution Film Liam Neeson di Bioskop Trans TV Hari ini 15 Juni 2026

Penguatan ini melanjutkan tren positif sebelumnya.

Pada Jumat (12/6/2026), rupiah ditutup menguat 128 poin di level Rp 17.860 per dolar AS.

Lonjakan rupiah terjadi seiring merosotnya indeks dolar AS ke level terendah dalam 10 hari terakhir.

Indeks dolar AS melemah 0,31 persen ke posisi 99,492, level terlemah sejak 5 Juni 2026, berdasarkan data MarketScreener.

Koreksi greenback dipicu oleh kesepakatan damai antara AS dan Iran yang baru saja disetujui.

Situasi ini berdampak pada anjloknya harga minyak mentah dunia dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko.

Pergerakan mata uang global juga terpengaruh.

>>> Jadwal Piala Dunia 15-21 Juni 2026 dan Cara Nonton Streaming

Euro naik 0,35 persen menjadi US$ 1,1607 per dolar AS, sementara poundsterling Inggris menguat 0,3 persen ke US$ 1,3448 per dolar AS.

Di Asia, yen Jepang justru melemah hingga menyentuh 160,150, mendekati level 160 yang dianggap krusial bagi potensi intervensi pemerintah.

Mata uang komoditas bergerak positif.

Dolar Australia naik 0,50 persen ke US$ 0,7075, dan dolar Selandia Baru menguat 0,4 persen ke US$ 0,5854.

Nick Twidale, kepala strategi pasar di ATFX Global Sydney, memperkirakan dolar AS akan terus melemah dalam beberapa sesi ke depan.

Menurutnya, mata uang berisiko seperti dolar Australia dan yen mungkin menguat, namun pergerakan besar tidak akan terjadi.

>>> AS dan Iran Sepakat Akhiri Konflik Bersenjata, Selat Hormuz Dibuka

Ia menambahkan, pasar akan menunggu perkembangan pembukaan kembali Selat Taiwan dan normalisasi aliran minyak yang diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan.