Pasar keuangan Asia mencatatkan lonjakan tajam pada perdagangan Senin (15/6/2026) setelah pengumuman kesepakatan tentatif untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Konflik yang meletus sejak akhir Februari 2026 tersebut sebelumnya telah menekan ekonomi global selama lebih dari tiga bulan.

>>> Kemendikdasmen Larang Tes Calistung dalam Seleksi Masuk SD 2026/2027

Kabar perdamaian ini langsung direspons positif oleh bursa saham di kawasan Asia.

Bursa Tokyo melalui indeks Nikkei 225 memimpin penguatan sebesar 5,4 persen hingga mencetak rekor tertinggi baru di level 69.603,91.

Sementara itu, indeks Kospi di Seoul melonjak 4,9 persen.

Harga Minyak Anjlok, Selat Hormuz Dibuka

Meredanya ketegangan geopolitik yang sempat menyumbat jalur logistik global turut memicu koreksi tajam pada komoditas energi.

Harga minyak mentah Brent merosot US$ 3,61 menjadi US$ 83,64 per barel.

Minyak mentah acuan AS juga anjlok US$ 4,27 ke posisi US$ 80,61 per barel.

>>> Asah Konsentrasi Lewat Ragam Tantangan Logika Matematika

Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi kesepakatan awal ini sekaligus mengotorisasi penghentian blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.

Di sisi lain, pihak Iran menegaskan bahwa penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026) sebelum implementasi penuh dimulai.

Kendati pasar merespons dengan optimisme tinggi, para pakar energi global masih memantau perkembangan situasi ini secara hati-hati.

Kepastian mengenai kepatuhan kedua belah pihak terhadap poin-poin perjanjian masih menjadi fokus utama pengamatan.

"Pembukaan Selat Hormuz semacam katup pelepas, namun pasar masih menunggu kepastian nyata dari kepatuhan rezim terkait poin-poin kesepakatan, termasuk kelanjutan negosiasi program nuklir Iran dalam 60 hari ke depan," kata Stephen Innes, Pakar Energi SPI Asset Management.

Selain sentimen geopolitik, pergerakan pasar dipengaruhi oleh reli saham sektor kecerdasan buatan (AI) setelah debut SpaceX milik Elon Musk di Wall Street pekan lalu yang kini bernilai US$ 2,1 triliun.

>>> Kisah Abdul Rahim Amin Bukhari, Maestro Kaligrafi Kiswah Ka'bah

Fokus investor kini tertuju pada pengumuman suku bunga Bank of Japan yang diperkirakan naik menjadi 1 persen pada Selasa (16/6/2026), disusul kebijakan The Fed dan Bank of England pada Kamis.