Bank Jatim Batasi Kolom Komentar Instagram di Tengah Isu Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah

Kabar dugaan kebocoran data nasabah Bank Jatim menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut jutaan data pelanggan diduga beredar di lingkungan dark web. Informasi tersebut memicu perhatian publik karena data yang disebut terdampak mencakup identitas pribadi nasabah.

Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah data yang diduga terekspos mencapai 5,7 juta database nasabah. Data tersebut disebut memuat sejumlah informasi sensitif, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, hingga data pekerjaan.

Laporan Muncul dari Pemantauan Dark Web

Isu tersebut mencuat setelah akun Instagram @reworkacademycom mengunggah informasi pada 14 Juni 2026 terkait temuan yang diklaim berasal dari pemantauan aktivitas di dark web.

Dalam unggahan itu ditampilkan tangkapan layar yang disebut menunjukkan adanya pihak yang mengaku memiliki database nasabah Bank Jatim dalam jumlah besar.

"Akun intelijen dark web melaporkan ada pihak yang ngaku punya database berisi 5,7 juta data nasabah Bank Jatim, lengkap dengan NIK, tanggal lahir, sampai pekerjaan," tulis keterangan yang dibagikan dalam unggahan tersebut.

>>> Penyanyi Oliver Tree Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil

Kolom Komentar Instagram Bank Jatim Dibatasi

Di tengah beredarnya informasi tersebut, akun Instagram resmi Bank Jatim terpantau membatasi fitur komentar pada sejumlah unggahannya.

Pembatasan itu terlihat pada postingan yang masih tayang hingga 15 Juni 2026. Sejumlah unggahan terbaru tidak lagi menampilkan ruang diskusi terbuka bagi pengguna Instagram.

Kondisi tersebut berbeda dengan postingan sebelumnya yang masih memperlihatkan komentar dari warganet.

Warganet Sempat Menyampaikan Keluhan Aplikasi

Pada unggahan yang lebih lama, beberapa pengguna masih dapat menyampaikan masukan terkait layanan digital Bank Jatim, khususnya aplikasi JConnect.

  • Pengguna meminta fitur tarik tunai segera tersedia di aplikasi JConnect terbaru.
  • Pengguna lain mengeluhkan masih adanya gangguan dan error saat menggunakan aplikasi untuk transaksi maupun pembayaran melalui QR.
  • Terdapat pula keluhan mengenai transaksi yang disebut terkirim lebih dari satu kali.

Berbagai komentar tersebut masih terlihat pada unggahan sebelum fitur komentar dibatasi.

Belum Ada Pernyataan Resmi

Hingga informasi ini dipublikasikan, Bank Jatim belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan peretasan maupun klaim kebocoran data nasabah yang beredar.

Pihak bank juga belum menyampaikan penjelasan mengenai pembatasan kolom komentar pada akun Instagram resminya.