Paramount Land menerapkan konsep urbanisasi berkelanjutan sebagai dasar pengembangan kawasan Paramount Gading Serpong. Pengembangan ini berfokus pada integrasi, adaptasi, dan keberlanjutan.

Kawasan ini menyediakan hunian dan area komersial, serta mendukung kehidupan sosial masyarakat melalui kegiatan komunitas dan ruang publik.

>>> Steve Clarke Minta Skotlandia Tak Bergantung pada Scott McTominay

Pusat gaya hidup yang tersedia di antaranya Hampton Square, Taman Rasa, dan Maggiore Hills Park.

Kawasan komersial di sisi selatan Gading Serpong dirancang dengan konsep pedestrian-friendly dan commercial strip untuk kenyamanan jelajah kuliner.

Area komersial seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, Hampton, dan Aniva kini menjadi destinasi favorit bisnis.

Minat pasar yang tinggi terhadap produk komersial terlihat dari penjualan produk Maggiore Signature West yang terserap optimal sejak Januari 2026.

Kawasan selatan Paramount Gading Serpong kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

Menurut Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, sektor ekonomi di wilayah ini tidak hanya ditopang oleh bisnis kuliner.

"Tingkat okupansi di berbagai sektor juga tergolong tinggi, mulai dari lifestyle, kecantikan, minimarket, pendidikan, hingga layanan kesehatan," kata Ferry dalam keterangannya, Senin (16/6/2026).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh captive market yang kuat dari puluhan klaster hunian di sekitar kawasan.

Aktivitas bisnis dan keramaian tersebar di hampir seluruh area, sehingga menarik pengunjung dari Jabodetabek hingga luar Pulau Jawa.

>>> ASDP Pangkas Tarif Penyeberangan Merak Bakauheni hingga 100 Persen

Konsep Walkable City dan Hunian Terpadu

Pesatnya aktivitas ekonomi yang tumbuh berdampingan dengan hunian turut mendorong peningkatan mobilitas pejalan kaki.

Lingkungan ini dirancang agar nyaman, inklusif, dan ramah untuk aktivitas sehari-hari melalui pengembangan kota yang walkable.