Model dan presenter Tyra Banks resmi melayangkan gugatan hukum terhadap Netflix serta tim produser serial dokumenter Reality Check: Inside America's Next Top Model di Pengadilan Federal Los Angeles.

Langkah hukum ini diambil karena Banks menuduh pihak produksi melakukan pencemaran nama baik melalui proses penyuntingan video wawancara yang manipulatif.

>>> Pantai Gading Tekuk Ekuador 1-0 di Piala Dunia 2026, Gol Amad Diallo

Pencipta sekaligus mantan pembawa acara America's Next Top Model (ANTM) itu menjelaskan bahwa sesi wawancara selama tiga setengah jam dipotong drastis menjadi hanya 16 menit.

Pemotongan tersebut dinilai menghilangkan refleksi jujur Banks atas sejumlah keputusan kontroversial masa lalu ANTM.

Tim pengacara Banks menuduh hasil akhir video sengaja dimanipulasi demi membangun narasi palsu yang menyudutkan klien mereka.

"Sikap bertanggung jawab yang ditunjukkan Ms. Banks justru berakhir di ruang penyuntingan," tulis pengacaranya dalam dokumen gugatan.

Pihak hukum menegaskan bahwa rekaman yang menguntungkan posisi Banks sengaja dihilangkan dari tayangan publik.

Gugatan ini juga menyeret sutradara Daniel Sivan dan Mor Loushy, serta rumah produksi EverWonder Studio.

Tuntutan meliputi ganti rugi materiil serta perintah pengadilan untuk melarang penggunaan citra diri Banks dalam album lagu tema dokumenter tersebut.

Pihak Banks menuding dokumenter Netflix menggunakan teknik penyuntingan selektif untuk menciptakan kesan bahwa ia sengaja membiarkan seorang kontestan mengalami pelecehan seksual demi mendongkrak rating.

>>> Supermassive Games Rilis DLC The Backstage untuk Little Nightmares 3

Dokumenter tersebut juga dituduh menggiring opini bahwa Banks berpura-pura lupa saat ditanya mengenai insiden pelecehan seksual.

Padahal, topik tersebut diklaim tidak pernah ditanyakan selama wawancara.

"Para tergugat menyunting serial tersebut agar Ms. Banks tampak tahu bahwa dia sedang ditanya tentang kasus pelecehan seksual dan sengaja menghindarinya," bunyi poin gugatan.