Supermodel Tyra Banks mengambil langkah hukum dengan menggugat Netflix atas dugaan pencemaran nama baik. Gugatan ini terkait penayangan serial dokumenter berjudul Reality Check: Inside America's Next Top Model.

Menurut berkas gugatan yang diajukan pada Senin (15/6), Tyra Banks menuduh produser dan sutradara sengaja memotong rekaman wawancara yang berlangsung selama 3,5 jam.

>>> Spanyol vs Cape Verde di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026

Hasil akhir yang ditayangkan hanya berdurasi 16 menit.

Pemotongan tersebut dinilai dilakukan secara cermat untuk mendukung poin-poin yang memfitnah dirinya.

Dokumenter itu juga menempatkan Tyra Banks sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keputusan kontroversial di masa lalu.

"Pertanggungjawaban yang diambil oleh Ms. Banks akhirnya dihilangkan.

Itu ada di sana, tetapi pemirsa tidak pernah diberi kesempatan untuk melihatnya," tulis tim kuasa hukum Tyra Banks.

>>> Timnas Inggris Waspada Ancaman Tornado di Kansas City

Dalam tuntutannya, Tyra Banks mengincar ganti rugi dari Netflix, EverWonder Studio, serta duo sutradara Daniel Sivan dan Mor Loushy.

Ia juga menuntut larangan penggunaan citranya dalam album soundtrack serial tersebut.

Gugatan secara spesifik menyoroti metode penyuntingan selektif dan penghilangan poin krusial secara sengaja. Prosedur penayangan America's Next Top Model sendiri dimulai sejak 2003 dan bertahan hingga 24 musim.

Belakangan, program kompetisi model papan atas itu kerap mendapat evaluasi kritis dari publik.

>>> KABAR DUKA! Oliver Tree Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Rio de Janeiro Saat Tur Brasil

Beberapa isu yang mencuat mencakup tuduhan manipulasi psikologis terhadap kontestan hingga sesi pemotretan yang dinilai bermasalah.