Banjir dan Longsor di Sumatra Ancam Kepunahan Orangutan Tapanuli
Populasi orangutan Tapanuli semakin kritis dan mendekati ambang kepunahan akibat bencana banjir serta tanah longsor yang menerjang Sumatra pada akhir tahun 2025.
Peristiwa alam ini menggerus habitat kera besar yang statusnya sudah sangat terancam tersebut.
>>> Lestarikan Budaya, Ini 30 Ucapan Tahun Baru Islam Bahasa Jawa Krama
Sebuah penelitian dalam jurnal Current Biology mengungkapkan bahwa badai longsor akibat Siklon Tropis Senyar telah menewaskan sekitar 58 ekor orangutan Tapanuli.
Jumlah kematian tersebut mencakup 11 persen dari populasi di area terdampak, atau setara dengan 7 persen dari total populasi global di alam liar.
Data kehilangan tersebut dinilai masih konservatif karena belum menghitung dampak kerusakan kanopi hutan akibat hujan badai.
Selain itu, potensi berkurangnya ketersediaan sumber makanan pascabencana juga belum dimasukkan dalam perhitungan.
Saat ini, jumlah orangutan Tapanuli yang tersisa di alam liar diperkirakan tidak sampai 800 ekor.
Berdasarkan klasifikasi resmi dalam IUCN Red List, satwa endemik ini memegang status terancam kritis (critically endangered).
Hasil studi mendapati bahwa tingginya curah hujan ekstrem dapat memberikan ancaman kematian secara langsung bagi kelangsungan hidup orangutan.
>>> Tyra Banks Gugat Netflix Terkait Dokumenter America's Next Top Model
Sejumlah ahli satwa liar mengonfirmasi berkurangnya intensitas penampakan kera besar ini setelah badai, yang memperkuat indikasi bahwa mereka hanyut oleh banjir dan longsor.
Para peneliti menyebutkan bahwa hantaman Siklon Tropis Senyar menjadi fenomena anomali cuaca yang dipicu oleh besarnya andil aktivitas manusia terhadap perubahan iklim.
Berdasarkan indikasi studi, spesies ini terancam punah jika kehilangan lebih dari 1 persen populasinya dalam waktu satu tahun.
"Jadi, jika terjadi peristiwa di mana sekitar 58 individu terbunuh dari 580, itu sekitar 10 sampai 11% dari populasi di sana dan 7% dari total populasi spesies tersebut," kata Profesor Sergei Vich, ahli primatologi di Liverpool John Moore University dan salah satu penulis studi.
"(Tingkat kematian) itu jauh melampaui kemampuan hewan-hewan ini untuk bertahan. Jadi ini adalah peristiwa yang sangat besar."
Kerapuhan Spesies dan Perlunya Proteksi
Kehancuran habitat akibat siklon tersebut menjadi bukti nyata mengenai kerentanan orangutan Tapanuli yang baru diidentifikasi sebagai spesies mandiri pada tahun 2017.
Kondisi ini mendorong para ilmuwan mendesak adanya koordinasi internasional demi menyelamatkan populasi yang tersisa.
>>> Pantai Gading Tekuk Ekuador 1-0 di Piala Dunia 2026, Gol Amad Diallo
"Melalui penguatan perlindungan domestik, perencanaan yang responsif terhadap perubahan iklim, serta bantuan keuangan dan teknis dari global, kita masih dapat mencegah kepunahan modern pertama dari spesies kera besar," tulis tim peneliti.
Update Terbaru
Oliver Tree Tewas dalam Kecelakaan Dua Helikopter di Rio de Janeiro
Senin / 15-06-2026, 13:31 WIB
Free Fire OB54 Rilis 24 Juni 2026: Rumor Kolaborasi Dragon Ball Z dan Bocoran Skin
Senin / 15-06-2026, 13:28 WIB
MrBeast Cetak Rekor Jadi YouTuber Pertama Tembus 500 Juta Subscriber
Senin / 15-06-2026, 13:28 WIB
Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026 Secara Online Lewat Aplikasi JMO
Senin / 15-06-2026, 13:28 WIB
Bank Jatim Batasi Kolom Komentar Instagram di Tengah Isu Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah
Senin / 15-06-2026, 13:28 WIB
Penyanyi Oliver Tree Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Senin / 15-06-2026, 13:28 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 per Gram, Kini Rp 2.095.000 pada 13 September 2025
Senin / 15-06-2026, 13:24 WIB
Kanada Cekal Thomas Partey dari Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 13:23 WIB
PT Folago Global Nusantara Gandeng Telkomsel Sediakan Streaming Piala Dunia
Senin / 15-06-2026, 13:23 WIB
Penyanyi Oliver Tree Tewas dalam Tabrakan Dua Helikopter di Rio de Janeiro
Senin / 15-06-2026, 13:23 WIB
Lubang Hitam Supermasif Ternyata Mampu Melahirkan Jutaan Planet Raksasa
Senin / 15-06-2026, 13:20 WIB
Djoko Setijowarno Usul Anggaran Subsidi Dialihkan ke Transportasi Umum
Senin / 15-06-2026, 13:20 WIB
Distribusi BYD Atto 1 Anjlok Signifikan Menjadi 26 Unit
Senin / 15-06-2026, 13:19 WIB
TOP 45 Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 16 Juni 2026 ada Terikat Janji yang masuk 3 Besar
Senin / 15-06-2026, 13:19 WIB






