Proyek EuroWorm Petakan Genom Cacing Laut Eropa untuk Cegah Kepunahan
Spesies laut dilaporkan musnah lebih cepat akibat perubahan iklim, kerusakan habitat, dan invasi spesies asing. Kondisi ini mengancam kepunahan organisme laut, terutama cacing laut, sebelum sempat diidentifikasi.
Para peneliti dari University of Göttingen, Leibniz Institute for Biodiversity Change Analysis (LIB), dan Senckenberg Society for Nature Research menggagas proyek EuroWorm.
>>> Tabel KUR BSI Juni 2026: Pinjaman Modal UMKM Hingga Rp100 Juta
Program ini menyusun basis data genomik terbuka bagi cacing laut di Eropa.
Cacing laut atau marine annelids hidup di hampir seluruh perairan laut dan berperan vital bagi ekosistem. Mereka mengaduk sedimen, mendaur ulang nutrien, dan menjadi indikator pencemaran lingkungan laut.
Melalui EuroWorm, tim ahli mengumpulkan sampel dari berbagai lokasi di Eropa untuk diidentifikasi secara fisik. Prosesnya mencakup foto resolusi tinggi hingga analisis genom guna memetakan hubungan evolusi antarspesies.
Basis Data Terbuka untuk Percepat Penemuan Spesies
Seluruh data dan sampel disimpan di museum sejarah alam, termasuk Museum of Natural History Hamburg dan Senckenberg Natural History Museum.
Peneliti global dapat mengaksesnya melalui platform Global Biodiversity Information Facility (GBIF).
Pemimpin proyek, Jenna Moore, mengatakan misi utama adalah memacu penemuan spesies baru dan meminimalkan risiko kepunahan yang tidak terpantau.
>>> Fenomena 'Home Bias' dan Depresiasi Ekstrem Rupiah
"Kami berharap dengan membandingkan data spesies Eropa, kami dapat mempercepat penemuan spesies baru dan penelitian keanekaragaman hayati di seluruh dunia," jelasnya.
Koleksi Lama dan Teknologi DNA Ungkap Spesies Baru
Para ilmuwan juga memanfaatkan koleksi sampel lama di museum untuk mendeteksi spesies tersembunyi.
Maria Teresa Aguado Molina dari University of Göttingen menyebut koleksi historis sebagai "kapsul waktu ilmiah" yang berharga.
Ia menambahkan, "Koleksi historis, dipadukan dengan genomik modern, membuka keanekaragaman hayati tersembunyi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Christoph Bleidorn menekankan riset ini memperkokoh studi evolusi cacing laut yang sudah dirintis sejak lama.
>>> 10 Negara dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia
Sinergi lintas lembaga dalam EuroWorm diharapkan menjadi kompas utama riset keanekaragaman hayati laut global di masa depan.
Update Terbaru
Wembanyama Gagal di Tembakan Bebas, Knicks Menang 107-106
Kamis / 11-06-2026, 12:01 WIB
Samsung Galaxy A57 5G Hadirkan Fitur Khusus Pembuat Konten Gen Z
Kamis / 11-06-2026, 12:01 WIB
Wembanyama Gagal Tembakan Bebas, Spurs di Ambang Eliminasi
Kamis / 11-06-2026, 12:01 WIB
Analis Peringatkan Potensi Musim Dingin Kripto Bayangi Bitcoin
Kamis / 11-06-2026, 12:01 WIB
Praz Teguh Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Group
Kamis / 11-06-2026, 12:00 WIB
MUI Desak Pemerintah dan DPR Segera Rumuskan Regulasi Tegas Terkait LGBT
Kamis / 11-06-2026, 12:00 WIB
Kamar Mandi Bau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Saluran Air yang Semburat Aroma Tak Sedap
Kamis / 11-06-2026, 12:00 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 12 - 14 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:00 WIB
Daihatsu Pamerkan Rocky Hybrid di Malang, Tawarkan Promo Menarik
Kamis / 11-06-2026, 11:56 WIB
Astra Daihatsu Motor Ramaikan BTV Semesta Berpesta Malang dengan Promo Menarik
Kamis / 11-06-2026, 11:56 WIB
OJK Catat Laba Pinjol April 2026 Melonjak 71 Persen
Kamis / 11-06-2026, 11:56 WIB
San Antonio Spurs Terancam Gagal Juara Usai Tumbang di Game 4
Kamis / 11-06-2026, 11:53 WIB
Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Harga Suku Cadang Motor di Bekasi
Kamis / 11-06-2026, 11:52 WIB






