Produser Silent Hill f, Motoi Okamoto, mengungkapkan bahwa tim penulis skenario game tersebut diwajibkan membaca 100 hingga 200 buku setiap tahun.

Pernyataan itu disampaikan Okamoto dalam presentasinya bertajuk The Art of Producing Silent Hill di CEDEC 2026.

>>> Fantasia 2026: Nightborn Raih Film Terbaik, Ini Daftar Lengkap Pemenang

Menurut Okamoto, membaca adalah bagian penting dari pendekatan pengembangan game yang ia terapkan.

Ia menekankan bahwa memahami keseluruhan karya seorang penulis merupakan bentuk 'rasa hormat dasar'.

Filosofi yang sama diterapkan pada tim narasi Silent Hill f.

Okamoto mengungkapkan, 'Di dalam tim, kami saling memberi tekanan, terutama di antara penulis skenario, untuk membaca setidaknya 100 hingga 200 buku setahun.'

>>> Melampaui Batas: Koleksi THRESHOLD Tities Sapoetra di JF3 2026 Bercerita tentang Transisi Hidup

Tim tidak menganggap buku sebagai inspirasi opsional, melainkan sebagai 'input' berharga untuk meningkatkan penceritaan, karakterisasi, dan kedalaman tematik.

Produser itu menyarankan bahwa menggali ide dari literatur membantu pengembang menghindari ketergantungan berlebihan pada video game yang sudah ada sebagai inspirasi.

Silent Hill f menandai arah baru bagi waralaba horor ikonik Konami, dengan latar pedesaan Jepang tahun 1960-an dan cerita orisinal karya novelis visual terkenal Ryukishi07.

>>> Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Raih Gelar China Open 2026

Komentar Okamoto memberikan gambaran tentang persiapan ekstensif di balik proses penulisan game yang narasinya telah menarik minat besar.