Musim hujan sering menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik mobil listrik terkait keamanan baterai saat melintasi genangan air atau banjir.

Baterai yang terletak di bagian bawah kendaraan dinilai lebih rentan terkena air dibandingkan komponen mobil konvensional.

>>> Honda Accord Rayakan 50 Tahun Perjalanan di Pasar Otomotif Global

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, memberikan penjelasan mengenai batas toleransi komponen kendaraan listrik saat menghadapi banjir pada Rabu (10/6/2026).

"Kalau cuman lewat genangan yang masih se-ban mobil masih aman-aman saja," kata Yogig.

Sistem pelindung dan penutup khusus telah dirancang untuk mencegah rembesan air, namun pengendara tetap diminta melaju perlahan.

"Tapi kalau kerendam lama seharian dan kerendamnya air di atas roda, ini membuat adanya tekanan air dan bisa masuk ke dalam baterai lewat soket-soket atau seal penutup cover batre," ujar Yogig.

Tekanan air yang konsisten saat mobil terendam lama berpotensi menembus titik sambungan kedap air.

>>> Pemprov DKI Diminta Efisiensi Internal Sebelum Naikkan Tarif Transportasi Publik

"Jadinya air bisa kasih tekanan ke baterai, biasanya air masuk paling cepat lewat soket. Kenapa?

karena di soket itu ada seal kecil jadinya gampang jebol," jelas Yogig.

Ancaman kerusakan permanen, korosi, dan penurunan performa kelistrikan tegangan tinggi akan semakin besar jika ketinggian air merendam hampir seluruh kendaraan.

"Kalau mobilnya terendam banjir katakanlah semalaman dan banjirnya hampir menutupi semua atap mobil, berarti ini kan dalam banjirnya mobil kerendam," kata Yogig.

>>> Tips Deteksi Mobil Listrik Bekas Banjir agar Tidak Rugi

Dampak buruk seperti korosi internal terkadang baru muncul beberapa bulan kemudian. Pemilik disarankan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh ke bengkel jika mobil sempat terendam lama.