Pemprov DKI Diminta Efisiensi Internal Sebelum Naikkan Tarif Transportasi Publik
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai perlu membuktikan upaya efisiensi internal secara maksimal sebelum membebankan kenaikan tarif transportasi publik kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Inisiatif Strategis Transportasi (Instran), Budi Susandi, di tengah besarnya kebutuhan subsidi transportasi publik.
>>> Tips Deteksi Mobil Listrik Bekas Banjir agar Tidak Rugi
Menurut Budi, langkah efisiensi harus menjadi prioritas utama agar tarif transportasi umum tetap terjangkau.
Ia mengingatkan bahwa penyediaan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau merupakan kewajiban pemerintah sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009.
Holding Transportasi Bisa Pangkas Biaya Operasional
Budi mengusulkan integrasi perusahaan transportasi milik daerah ke dalam satu holding untuk menciptakan efisiensi biaya operasional dan manajemen.
Saat ini, layanan transportasi rel dan bus di Jakarta dikelola oleh beberapa badan usaha berbeda, seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.
Penggabungan tersebut berpotensi mengurangi biaya overhead, termasuk gaji komisaris, direksi, dan biaya administrasi yang selama ini berjalan terpisah.
Dana hasil efisiensi dapat dialihkan untuk memperkuat skema subsidi atau public service obligation (PSO), sehingga kebutuhan kenaikan tarif dapat ditekan.
>>> Aktivasi SIM Digital di Aplikasi Korlantas Hanya Butuh Waktu 5 Menit
Transparansi Jadi Kunci Sebelum Tarif Disesuaikan
Selain efisiensi, Instran menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah kepada publik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan tarif.
Jika penyesuaian tarif dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM dan tekanan fiskal daerah, hal itu perlu dijelaskan secara terbuka.
Masyarakat berhak mengetahui apakah seluruh opsi penghematan sudah dijalankan sebelum pemerintah memutuskan menaikkan tarif Transjakarta.
Budi menilai transparansi akan membangun kepercayaan publik terhadap kebijakan Pemprov DKI.
Kenaikan tarif seharusnya menjadi pilihan terakhir setelah berbagai langkah efisiensi dilakukan secara maksimal.
>>> Mitos RON Tinggi Lebih Baik: Kenali Risiko Salah Pilih BBM
Jika beban subsidi masih terlalu besar meski efisiensi sudah optimal, barulah penyesuaian tarif Transjakarta dapat dipertimbangkan.
Update Terbaru
Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Senin / 27-07-2026, 03:36 WIB
Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Analis CIA: Tak Ada Unsur Kejutan, Serangan ke Iran Bisa Berujung Bencana
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Blue Lock Chapter 355: Jepang vs Inggris Tentukan Nasib di Piala Dunia U-20
Senin / 27-07-2026, 03:14 WIB
Pameran Outback Art Fair ke-32 di Marquette Tampilkan Karya Seniman Lokal
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Marvel Studios Resmi Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider di SDCC 2026
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Jacob Misiorowski Catat Rekor Brewers dengan 7 Strikeout Beruntun
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Polisi Madison Tak Punya Rekaman Bodycam Saat Tembak Pria Tunawisma
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
United Cajun Navy Bantah Klaim Nolan Wells Ditemukan Berpakaian Lengkap, Tuduh Crump Berbohong
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Suami Gendong Istri Terbalik ke IGD, Dokter Terkejut Ternyata Ini yang Terjadi
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB







