Di tengah kenaikan harga BBM, sebagian pemilik kendaraan mulai mempertimbangkan beralih ke bahan bakar dengan nilai oktan (RON) lebih rendah.

Namun, masih banyak yang percaya bahwa RON tinggi selalu lebih baik untuk mesin.

>>> McLaren 765LT Spider Hangus Terbakar di Michigan, Dilelang dengan Harga Tinggi

Pemilihan BBM sejatinya tidak ditentukan oleh harga atau tingginya angka RON. Yang terpenting adalah mengikuti spesifikasi mesin kendaraan.

Angka RON yang direkomendasikan pabrikan telah melalui berbagai pengujian dan disesuaikan dengan karakteristik mesin, termasuk rasio kompresi.

Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menekankan pentingnya mengetahui jenis RON yang sesuai. "Jangan asal menggunakan RON karena lebih mahal atau lebih tinggi," ujarnya.

Penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi dari kebutuhan mesin juga tidak ideal. Proses pembakaran dirancang untuk bekerja optimal pada nilai oktan tertentu.

"RON semakin tinggi tidak serta merta meningkatkan performa. Sesuai dengan ketentuannya, sesuatu yang sesuai pasti akan optimal," kata Victor.

>>> Suzuki Malaysia Luncurkan Fronx Sport Buatan Indonesia

Mesin yang direkomendasikan menggunakan RON 90 belum tentu mendapat hasil terbaik jika diisi BBM RON 92 atau lebih tinggi.

"Kalau harusnya 90 tapi menggunakan RON 92, itu tetap tidak ideal dan ada efek sampingnya," jelas Victor.

Boros dan Mempercepat Kerusakan

Pembakaran yang tidak sempurna dapat memengaruhi berbagai aspek kinerja kendaraan. Dampaknya tidak hanya pada performa mesin, tetapi juga efisiensi bahan bakar.

"Akibat pembakaran tidak sempurna adalah performa mesin tidak optimal, boros bahan bakar, dan ujungnya kerusakan komponen. Ini yang kadang tidak disadari," ujar Victor.

Pemilik kendaraan diingatkan untuk tidak terpaku pada anggapan bahwa BBM RON tinggi selalu lebih baik. Pastikan jenis bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.

>>> Beratnya Ujian WNI yang Naik Kendaraan Pribadi

"Kata kuncinya adalah proses pembakaran yang sempurna. Di luar itu, akan timbul potensi masalah," pungkas Victor.