Tips Deteksi Mobil Listrik Bekas Banjir agar Tidak Rugi
Minat terhadap mobil hybrid dan listrik bekas terus meningkat di Indonesia. Namun, calon pembeli harus lebih jeli karena beberapa daerah sempat terendam banjir.
Mengidentifikasi kendaraan bekas banjir tidak mudah. Mobil biasanya sudah dibersihkan dan diperbaiki sebelum dijual kembali.
>>> Aktivasi SIM Digital di Aplikasi Korlantas Hanya Butuh Waktu 5 Menit
Risiko kerusakan pada mobil listrik dan hybrid akibat banjir berbeda dengan mobil konvensional. Kompleksitasnya terletak pada komponen elektrikal dan baterai bertegangan tinggi.
Cek Sisa Lumpur di Area Tersembunyi
Pengecekan sisa lumpur adalah metode paling sederhana. Bekas genangan air biasanya meninggalkan jejak halus di area tertentu.
Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, mengatakan kotoran banjir sulit dibersihkan total. "Bisa ketahuan dari bekas banjir atau masih ada lumpur.
Karena kalau bekas banjir itu tidak bisa bersih 100 persen," ujarnya.
Calon pembeli harus memeriksa ruang sempit seperti sela interior, bawah jok, bagasi, dan kolong dasbor. Bagian ini sering terlewat saat pembersihan.
Periksa Kondisi Baterai
Kesehatan baterai menjadi aspek krusial. Komponen baterai pada sistem hybrid atau listrik tidak selalu langsung menunjukkan kerusakan setelah banjir.
Setelah dikeringkan, mobil mungkin terlihat normal dan bisa diaktifkan. Namun, hambatan biasanya baru muncul beberapa bulan kemudian.
>>> Mitos RON Tinggi Lebih Baik: Kenali Risiko Salah Pilih BBM
Yogig menjelaskan, "Dari kondisi baterai biasanya akan ketahuan setelah 6 bulan atau satu tahun kemudian, pasti mengalami penurunan State of Health (SOH) battery."
Dampak Kerusakan Jangka Panjang
Yogig mencontohkan kasus baterai Toyota Corolla Cross Hybrid yang terendam banjir. Pemeriksaan bulan ketiga menunjukkan kerusakan sekitar 10 sel baterai.
Namun, penurunan fungsi terus berlanjut. Setelah satu setengah tahun, seluruh baterai rusak total.
Sifat komponen elektrikal dan baterai sulit diprediksi setelah kontak dengan air banjir. Keamanan jangka panjang tidak bisa dijamin hanya dengan pembersihan.
Penurunan performa mendadak sering terjadi dalam 6-12 bulan pasca-penanganan. "Sekarang dibersihkan dikeringkan, pasti aman-aman saja awalnya.
Tapi kalau sudah 6 bulan pasti akan ada masalah," kata Yogig.
>>> McLaren 765LT Spider Hangus Terbakar di Michigan, Dilelang dengan Harga Tinggi
Peminat mobil ramah lingkungan bekas diimbau tidak tergiur harga murah. Penelusuran riwayat unit, evaluasi SOH baterai, dan diagnosis kelistrikan menyeluruh wajib dilakukan sebelum transaksi.
Update Terbaru
Bengkel Dolland Motor Electric Dorong Pengembangan Motor Konversi
Kamis / 11-06-2026, 10:37 WIB
Korea Selatan vs Republik Ceko Buka Grup A Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 10:37 WIB
Keluarga Ungkap Penyebab Haji Bolot Dirawat di RS
Kamis / 11-06-2026, 10:37 WIB
Fenomena 'Home Bias' dan Depresiasi Ekstrem Rupiah
Kamis / 11-06-2026, 10:37 WIB
10 Negara dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia
Kamis / 11-06-2026, 10:36 WIB
Jayamas Medica Industri Bagikan Dividen Tunai Rp 110,4 Miliar
Kamis / 11-06-2026, 10:36 WIB
Kementerian Haji Siagakan Layanan Kesehatan Jemaah di Madinah
Kamis / 11-06-2026, 10:36 WIB
Iran Ancam Hentikan Laga Piala Dunia 2026 Jika Ada Atribut Tak Resmi di Stadion
Kamis / 11-06-2026, 10:33 WIB
FIFA Siapkan Tiga Seremoni Pembukaan Terpisah untuk Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 10:33 WIB
Presiden FIFA Minta Publik Tenang Sikapi Persoalan Visa Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 10:33 WIB
Toby Fox Umumkan Deltarune Chapter 5, Chapter 6 Mulai Diproduksi
Kamis / 11-06-2026, 10:32 WIB
Bengkel Dolland Motor Electric Dorong Pengembangan Ekosistem Motor Listrik Konversi
Kamis / 11-06-2026, 10:32 WIB
Nadeo Argawinata Catat Menit Bermain Terbanyak di Super League 2025-2026
Kamis / 11-06-2026, 10:32 WIB
Harga Emas Antam Per Gram Turun Rp 24.000 pada 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 10:32 WIB






