Banjir akibat curah hujan tinggi merendam beberapa wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Ratusan warga terpaksa mengungsi dan aktivitas masyarakat terganggu.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyatakan banjir dipicu hujan deras pada Sabtu (18/7/2026) yang menyebabkan sejumlah sungai meluap.

>>> Pelatih Argentina Murka Jadwal Final Piala Dunia Untungkan Spanyol

Di Kecamatan Tukka, banjir melanda Kelurahan Sipange, Hutanabolon, dan Bonalumban.

Di Sipange, luapan Sungai Aek Silaga-laga membuat air masuk ke rumah warga, sehingga sebagian mengungsi ke tempat aman.

Di Kelurahan Hutanabolon, luapan sungai merendam rumah warga. Sementara di Bonalumban, tanggul jebol menyebabkan air setinggi pinggang orang dewasa menggenangi permukiman.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Badiri. Di Kelurahan Lopian, luapan sungai menggenangi badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Kendaraan roda dua dan empat sempat tidak bisa melintas.

>>> Israel Diam-diam Kerahkan Militer Menyusup ke Suriah, Ini Tujuannya

Di Kecamatan Pinangsori, banjir merendam rumah warga di Kelurahan Pinangsori dan Albion akibat drainase meluap. Sementara di Kecamatan Sarudik, debit air Sungai Pondok Batu meningkat namun masih aman.

BPBD bersama TNI, Basarnas, Babinsa, dan masyarakat melakukan penanganan di lokasi terdampak. Tim mengevakuasi warga, memantau tanggul, dan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik.

Petugas BPBD masih bersiaga membantu pembersihan material sisa banjir dan mengantisipasi hujan susulan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Data BPBD mencatat pengungsi hanya di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, sebanyak 145 jiwa. Mereka mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange.

>>> 3 Kapal Hangus Terbakar di Muara Angke, Polisi Selidiki Penyebab

Dapur umum telah beroperasi dan menyalurkan bantuan logistik.