Harga minyak mentah dunia turun tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz menyusul kesepakatan dengan Iran pada Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data Tradingview yang dilansir Market, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 5,04 persen ke level US$80,60 per barel.

>>> Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Bukti Regenerasi PBSI Berjalan

Sementara minyak Brent merosot 4,24 persen ke posisi US$83,63 per barel.

Trump: Biarkan Minyak Mengalir

Trump menyatakan kesepakatan itu mencakup penghentian blokade angkatan laut AS dan pembukaan jalur tanpa sistem tarif. "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Trump.

Ia menginstruksikan aktivitas distribusi energi global segera diaktifkan kembali. "Selamat kepada semua pihak!

Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan pencabutan blokade Angkatan Laut AS. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian.

Biarkan minyak mengalir!" tambah Trump.

Menurut Trump, langkah diplomasi ini menjadi awal yang baik bagi stabilitas keamanan jangka panjang di Timur Tengah.

>>> Kenaikan Harga Pertamax Picu Risiko Kelangkaan Pertalite

"Kesepakatan besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan," ujarnya.

Sebelum konflik penutupan jalur sejak awal Maret akibat serangan Iran, Selat Hormuz merupakan rute krusial yang mengakomodasi sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, selaku pihak penengah, mengonfirmasi pada Minggu bahwa kedua belah pihak berkomitmen menghentikan operasi militer secara menyeluruh.

"Kami berterima kasih kepada AS dan Iran atas komitmen mereka mencari solusi diplomatik," kata Sharif.

Sharif menambahkan bahwa para mediator tengah mempersiapkan pertemuan lanjutan strategis pekan ini untuk merumuskan dokumen penandatanganan resmi.

Sebelum kesepakatan diumumkan, CEO perusahaan tanker Frontline Lars Barstad memprediksi pemulihan arus logistik jalur laut.

>>> Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja 15 Juni 2026 dari Palur hingga Tugu

"Saya optimistis begitu situasi berbalik dan AS serta Iran mencapai kesepakatan, aktivitas transit akan kembali cepat," ujarnya.