Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Berdasarkan data Bloomberg Technoz, rupiah dibuka menguat 0,12 persen ke posisi Rp17.848 per dolar AS.

Pada pukul 09:03 WIB, penguatan bertambah menjadi 0,45 persen sehingga rupiah mencapai level Rp17.790 per dolar AS.

>>> Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Naik Rp 18.000, Buyback Melonjak Rp 46.000

Pergerakan ini dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harapan baru terkait kesepakatan antara AS dan Iran memicu koreksi tajam pada harga minyak mentah dunia. Penurunan harga komoditas energi ini menguntungkan Indonesia sebagai net importir minyak.

Beban impor yang lebih rendah mengurangi risiko defisit transaksi berjalan dan meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi impor.

Kondisi eksternal yang kondusif mendorong kembalinya aliran dana investor ke aset berisiko di Asia.

Mayoritas mata uang regional ikut menguat, dengan peso Filipina memimpin kenaikan 1,05 persen. Rupiah berada di urutan kedua, disusul dolar Taiwan di posisi ketiga.

Bank sentral di Asia mengambil langkah proaktif untuk menopang nilai tukar.

>>> Spanyol Siap Hadapi Tanjung Verde di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026

Bank of Japan diprediksi menaikkan suku bunga ke 1,25 persen, sementara bank sentral Filipina diperkirakan menaikkan suku bunga overnight 50 basis poin menjadi 5 persen.

Di dalam negeri, respons kebijakan Bank Indonesia yang agresif menjadi penyokong utama ketahanan rupiah.

BI telah menaikkan suku bunga akumulatif 75 bps dalam sebulan terakhir, efektif meredam spekulasi yang sempat menekan rupiah hingga Rp18.190 per dolar AS.

Ekonom UOB Enrico Tanuwidjaja memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga acuan 50 bps, lebih tinggi dari konsensus Bloomberg yang memperkirakan 25 bps.

"Dengan kenaikan suku bunga acuan, diharapkan penguatan rupiah dapat bertahan lebih lama dan berkelanjutan," ujarnya.

Kendati demikian, penguatan rupiah masih menghadapi tantangan jangka pendek.

>>> Timnas Iran Bertekad Bawa Kebahagiaan di Piala Dunia 2026

Pelaku pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur BI pekan ini untuk mencermati keputusan suku bunga dan strategi stabilisasi nilai tukar ke depan.