Skuad Timnas Iran mengusung misi besar untuk menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat di tengah situasi politik dan keamanan dalam negeri yang sedang bergejolak.

Tim nasional hadir di turnamen akbar ini sebagai representasi seluruh rakyat tanpa memandang perbedaan pandangan politik.

>>> PT Niramas Utama Tbk Rencana Bagikan Dividen Tunai Maksimal 30 Persen

Komitmen tersebut ditegaskan oleh jajaran pelatih dan pemain menjelang pertandingan pembuka Grup G melawan Selandia Baru.

Laga perdana dijadwalkan berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB.

"Kami menghormati semua warga Iran, baik yang berada di dalam negeri maupun yang tinggal di berbagai belahan dunia," kata penyerang Mehdi Taremi melalui penerjemah dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan pemain berusia 33 tahun tersebut disampaikan selepas kedatangan tim di Amerika Serikat.

Momen ini juga bertepatan dengan berembusnya kabar mengenai rencana penandatanganan kesepakatan perdamaian antara pihak Iran dan Amerika Serikat.

"Selama bertahun-tahun, negara Iran yang beradab telah menjadi bangsa yang bersatu. Kami ingin menunjukkan persatuan itu.

Kami datang ke Piala Dunia untuk membawa kebahagiaan bagi warga Iran di mana pun mereka berada," ujar Taremi.

Langkah penyerangan Timnas Iran di kompetisi kali ini diiringi oleh atmosfer yang tidak biasa.

Sejumlah kelompok warga keturunan Iran di Amerika Serikat dilaporkan menggelar aksi unjuk rasa menentang pemerintah Iran di wilayah Los Angeles.

Aksi demonstrasi sudah terlihat di sekitar area stadion pada Minggu (14/6/2026) siang waktu setempat.

Gelombang protes serupa diprediksi akan terus berlanjut di luar maupun di dalam tribune stadion saat pertandingan berlangsung.

>>> Harga Buyback Emas Antam Naik Jadi Rp2.500.000 per Gram