Kondisi ini dipicu oleh eskalasi politik di Iran yang meningkat sejak gelombang protes besar pada Januari lalu, serta ketegangan militer dengan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.

Akibat situasi ini, skuad Iran dilarang menetap di AS di luar jadwal laga, sehingga harus bermarkas di Meksiko.

"Kami sudah terbiasa mengubah kesulitan menjadi peluang," kata pelatih Amir Ghalenoei.

"Kami tidak memikirkan apa pun selain membawa kebahagiaan bagi rakyat kami. Kami akan memberikan yang terbaik, dan sisanya kami serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," lanjutnya.

Fokus Teknis dan Catatan Sejarah

Berbagai ketegangan luar lapangan membuat pembahasan mengenai strategi dan formasi tim minim dibahas.

Salah satu perhatian teknis yang mencuat adalah keputusan untuk tidak menyertakan penyerang berpengalaman Sardar Azmoun, yang mengoleksi 57 gol dari 91 laga.

Secara historis, Iran mengemban misi berat karena belum pernah berhasil lolos dari fase grup sepanjang sejarah Piala Dunia.

Pada edisi 2026 ini, mereka bersaing di Grup G bersama Selandia Baru, Mesir, dan Belgia.

Mengingat Los Angeles menampung komunitas diaspora Iran terbesar, pelatih mengharapkan kehadiran fisik dan dukungan moral yang masif dari para penonton di stadion.

"Saya hanya senang mereka datang untuk menyaksikan kami bermain. Saya berharap mereka mendoakan kami dan memberikan dukungan.

>>> Asing Borong Saham CUAN Milik Prajogo Pangestu, Melonjak 827%

Semoga kami bisa membalasnya dengan permainan yang sangat baik," ujar Ghalenoei.