Gejala prediabetes pada perempuan kerap muncul secara samar sehingga sering tidak disadari. Prediabetes adalah kondisi ketika kadar glukosa darah melebihi batas normal, namun belum masuk kategori diabetes.

Perbedaan hormon antara pria dan perempuan memicu perbedaan dampak pada kondisi ini. Perempuan dengan prediabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi berbahaya, seperti penyakit vaskular.

>>> UNNES dan Unsoed Masih Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Juni 2026

Lebih dari 80 persen individu yang berada di fase diabetes ambang batas tidak menyadari kondisi mereka karena gejalanya cenderung ringan.

Beberapa indikator awal dan faktor risiko tertentu dapat menjadi alarm penting untuk segera melakukan pemeriksaan medis.

Risiko ini meningkat pada perempuan yang mengalami kelebihan berat badan atau mengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Tanda Khusus pada Perempuan

Meskipun beberapa gejala bersifat umum, perempuan dapat mengalami tanda-tanda spesifik akibat pengaruh hormonal. Tanda tersebut meliputi infeksi saluran kemih atau infeksi jamur vagina yang terjadi berulang kali.

Perubahan pada siklus menstruasi juga bisa menjadi petunjuk, seperti durasi haid yang lebih lama atau volume darah yang lebih banyak.

Selain itu, muncul gangguan berupa penurunan gairah seksual, rasa nyeri saat berhubungan, hingga kekeringan pada vagina.

Faktor psikologis seperti stres juga memegang peran besar.

Perempuan yang mengalami stres berat memiliki risiko hampir dua kali lipat terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang relatif tenang.

Tanda Umum yang Muncul

Selain gejala spesifik, ada tiga tanda umum yang biasanya dirasakan pria maupun perempuan di masa prediabetes.

Pertama, rasa haus berlebihan secara terus-menerus meskipun sudah minum air dalam jumlah banyak.

Kedua, rasa lelah ekstrem dan kelelahan yang tidak kunjung membaik, walaupun tubuh sudah mendapatkan waktu tidur cukup.