Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah melebihi batas normal, tetapi belum mencapai level diabetes tipe 2.

Menurut Detik Health, gula darah puasa normal berkisar antara 70-99 mg/dL, sedangkan prediabetes berada di angka 100-125 mg/dL.

>>> 6 Sekolah Kedinasan yang Menerima Lulusan IPS, Catat Syaratnya

Kondisi ini cukup umum dan dapat menyebabkan kerusakan organ jika tidak ditangani. Sayangnya, lebih dari 80 persen pengidap tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Salah satu tanda visual adalah penggelapan kulit di area ketiak, leher bagian belakang, atau samping leher.

Gejala lain yang menandakan perkembangan menuju diabetes tipe 2 meliputi frekuensi buang air kecil meningkat, terutama malam hari.

Rasa haus dan lapar yang ekstrem meski sudah makan juga patut diwaspadai.

Pandangan kabur, kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas menjadi indikasi tambahan.

Kelelahan, infeksi berulang, dan luka yang sulit sembuh juga merupakan gejala yang perlu diwaspadai.

Faktor Risiko Prediabetes

Kelebihan berat badan menjadi faktor utama karena jaringan lemak meningkatkan resistensi insulin.

Ukuran lingkar pinggang juga berpengaruh: risiko meningkat pada pria dengan lingkar pinggang di atas 101 cm dan wanita di atas 88,9 cm.

Kebiasaan mengonsumsi daging merah, produk olahan, dan minuman manis buatan memperbesar risiko. Kurangnya aktivitas fisik dan usia di atas 35 tahun juga menjadi pemicu.

>>> iPhone 15 Masih Layak Dibeli pada 2026? Ini Pertimbangan Sebelum Memutuskan

Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 turut meningkatkan risiko.

Dokter spesialis gizi dr Diana Suganda, SpGK menyebut perubahan gaya hidup sebagai penyebab utama meningkatnya kasus pada usia muda.