Gelombang panas yang melanda Eropa membuat ponsel saya sering mati mendadak. Setelah beberapa minggu frustrasi, saya menyadari bahwa cara saya menggunakan ponsel justru memperparah masalah.

Ponsel Android memang rentan overheat, terutama saat suhu mencapai 35 derajat Celcius. Namun, dengan beberapa penyesuaian sederhana, saya berhasil mengurangi frekuensi crash secara signifikan.

>>> Indonesia Perketat Perlindungan Gajah Sumatera dan Kalimantan

Lepaskan Casing Ponsel

Casing ponsel bertindak seperti isolator yang memerangkap panas. Bahan seperti silikon atau TPU membuat ponsel sulit membuang panas.

Sama seperti kita melepas jaket saat cuaca panas, melepas casing membantu ponsel tetap dingin. Setelah saya melakukannya, ponsel tidak lagi terasa panas berlebihan.

Matikan Fitur yang Tidak Perlu

Fitur seperti hotspot, refresh rate tinggi, dan koneksi 5G membuat ponsel bekerja lebih keras dan menghasilkan lebih banyak panas.

Saya beralih ke 4G, menurunkan kecerahan layar, dan mematikan always-on display. Untuk mendengarkan musik, saya menggunakan Bluetooth LE yang lebih hemat daya.

>>> Keluarga Bocah 6 Tahun Tewas Ditabrak di Pacific Beach Tempuh Jalur Hukum

Hotspot adalah penyebab utama overheat. Saya membatasi penggunaannya hanya saat benar-benar diperlukan.

Gunakan Pengisi Daya Lambat

Mengisi daya dengan cepat menghasilkan panas berlebih. Saya beralih ke charger lambat atau mengisi daya melalui laptop.

Meskipun praktis, charger 65W membuat ponsel saya sangat panas dan sering crash. Sekarang dengan charger standar, masalah itu jarang terjadi.

>>> Hakim Batasi Bukti di Sidang Pembunuhan Charlie Kirk, Istri Keberatan

Ketiga langkah ini tidak hanya mencegah crash, tetapi juga menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Ponsel saya kini bertahan lebih baik meski cuaca panas.