PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman penutup bermerek Inaco, resmi memulai masa penawaran awal (bookbuilding) dalam rangka Initial Public Offering (IPO).

Proses ini berlangsung mulai 15 hingga 22 Juni 2026.

>>> Klasemen Grup B Piala Dunia 2026: Swiss Puncaki Lewat Fair Play

Perusahaan menetapkan harga kisaran awal sebesar Rp900 hingga Rp1.120 per saham. Harga pelaksanaan final akan bergantung pada animo investor selama bookbuilding.

Apabila harga pelaksanaan mencapai batas tertinggi, Niramas Utama berpotensi meraup dana segar hingga Rp392 miliar. Dana tersebut akan diperoleh setelah saham resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan menawarkan saham baru sebanyak-banyaknya 350 juta lembar, setara 25,93% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Manajemen JELI menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026. Setelah itu, masa penawaran umum bagi masyarakat akan segera dilaksanakan.

Masa penawaran umum direncanakan pada 1–3 Juli 2026, diikuti penjatahan saham pada 3 Juli 2026.

Distribusi saham elektronik dilakukan pada 6 Juli 2026, dan pencatatan perdana di BEI pada 7 Juli 2026.

IPO ini dijamin penuh (full commitment) oleh PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

JELI merupakan emiten sektor consumer non-cyclicals yang fokus pada makanan olahan berbahan kelapa dan serat alami.

Didirikan sejak 1990, Niramas Utama telah beroperasi lebih dari 35 tahun dengan jaringan distribusi di 251 titik di seluruh Indonesia.

>>> Subsidi Pemerintah AS Jadi Penopang Awal Kesuksesan Tesla dan SpaceX

Produknya juga diekspor ke Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.

Melihat tren konsumsi makanan sehat yang meningkat, perseroan berencana memperluas pasar ekspor ke Afrika dan Eropa pada 2026.