13 Negara Kecam Presiden UEFA soal Kritik Format Piala Dunia 2026
Sebanyak 13 negara dari Asia, Afrika, dan Karibia secara resmi mengecam Presiden UEFA Aleksander Ceferin.
Kecaman ini dipicu pernyataan Ceferin yang menyebut format baru Piala Dunia 2026 dengan 48 tim hanya menciptakan pertandingan membosankan.
>>> Kemenag Tetapkan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H Jatuh 16 Juni 2026
Nota protes bersama dirilis melalui Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan. Koalisi negara-negara tersebut menilai pandangan Ceferin terlalu Eropa-sentris dan meremehkan perjuangan tim-tim dari benua lain.
"Bagi negara-negara kami, tidak ada yang namanya pertandingan Piala Dunia yang tidak penting," demikian pernyataan resmi koalisi yang dikutip dari ESPN.
Mereka menegaskan bahwa komentar tersebut mengabaikan pengorbanan besar para pemain, pelatih, dan pendukung di seluruh dunia.
Aliansi lintas benua ini menolak pernyataan Ceferin yang dianggap mencederai semangat sportivitas global. Mereka menekankan bahwa pertumbuhan sepak bola harus menciptakan peluang dan memperkuat sifat global permainan.
>>> 5 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Kulit Kering Menurut Dokter
Kritik Ceferin disampaikan dalam konferensi pers di Ljubljana, Slovenia, dan disebarluaskan oleh media lokal.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari negara-negara yang baru pertama kali lolos ke Piala Dunia, seperti Tanjung Verde, Curaçao, Yordania, dan Uzbekistan.
Bagi negara-negara tersebut, kualifikasi ke Piala Dunia merupakan pencapaian bersejarah dan impian lintas generasi.
Sementara itu, negara seperti Kongo dan Haiti kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen puluhan tahun, yang memiliki makna emosional mendalam bagi jutaan pendukung.
>>> MTI Soroti Ketimpangan Insentif Transportasi Darat saat Libur Sekolah
Hingga saat ini, UEFA belum memberikan tanggapan resmi atas protes tersebut. ESPN melaporkan bahwa pihak UEFA memilih untuk tidak merespons permintaan konfirmasi.
Update Terbaru
FIFA Perkenalkan Sistem Patch Khusus Jersey di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 15:04 WIB
Pemprov Maluku Utara Perpanjang Pendaftaran SPMB SMA dan SMK hingga 20 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 15:04 WIB
GOTO Dapat Restu Buyback Saham Rp3,5 Triliun dan Angkat Komisaris
Jumat / 19-06-2026, 15:02 WIB
Kongo Tahan Imbang Portugal Tanpa Rencana Khusus Matikan Ronaldo
Jumat / 19-06-2026, 15:02 WIB
Samsung Kembali Rilis Google Play System Update untuk Galaxy
Jumat / 19-06-2026, 15:01 WIB
BPS Resmi Mulai Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026
Jumat / 19-06-2026, 15:01 WIB
Mitos ECU Motor Modern Bisa Siasati BBM Oktan Rendah, Ini Faktanya
Jumat / 19-06-2026, 15:01 WIB
Kekurangan Bahan Baku, 50 Persen Kapasitas Smelter Nikel RKEF Menganggur
Jumat / 19-06-2026, 15:01 WIB
Saham IDX Value30 Jadi Pilihan Utama Investor Saat IHSG Tertekan
Jumat / 19-06-2026, 15:01 WIB
Transaksi QRIS Mei 2026 Tumbuh 95,1 Persen, Melambat dari Kuartal I
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
Hyundai E&C Hillstate Rekrut Megawati Hangestri Pertiwi untuk V-League 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
Badan Geologi: Struktur Geologi Rumit Perparah Dampak Gempa Sulteng
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
KKP Tegaskan Sertifikasi Mutu Hasil Perikanan Gratis Tanpa Pungutan
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
Pratinjau Skotlandia vs Maroko: Saatnya Tartan Army ke Babak Gugur
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB






