Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menetapkan bahwa 1 Muharam 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

Keputusan ini tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026.

>>> 5 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Kulit Kering Menurut Dokter

Penetapan tersebut selaras dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan oleh PP Muhammadiyah.

Ketetapan ini juga diperkuat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang mengatur hari libur nasional.

Dari segi astronomi, awal bulan Muharam 1448 H merujuk pada peristiwa konjungsi atau ijtimak.

Pertemuan posisi bulan dan matahari ini terjadi pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 09.54.02 WIB.

Saat matahari terbenam pada sore harinya, posisi hilal atau bulan sabit muda telah berada di atas ufuk.

Kondisi ini menandakan bahwa waktu malam sudah resmi memasuki tahun baru Islam.

Pergantian tahun dalam kalender Hijriah selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam. Momen ini membawa atmosfer yang menyentuh hati sekaligus menjadi penanda perubahan angka penanggalan.

Momen penuh berkah ini kerap dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat sejenak dari rutinitas harian. Umat Islam diajak merenungkan kembali perbuatan dan perilaku selama setahun terakhir.

Berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi yang lekat dengan pesta pora, Tahun Baru Islam berlangsung dalam suasana lebih tenang.

>>> MTI Soroti Ketimpangan Insentif Transportasi Darat saat Libur Sekolah

Masjid dan musala biasanya dipenuhi jemaah yang fokus beribadah.

Melalui atmosfer damai tersebut, muncul harapan untuk mengawali lembaran hidup baru sebagai pribadi yang lebih baik. Setiap individu didorong memiliki tekad memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial.

Sistem penanggalan umat Islam dihitung berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi. Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan yang diawali Muharam dan ditutup Zulhijah.