Menikah dalam Islam merupakan ibadah yang dianjurkan untuk membangun keluarga sakinah. Sebelum akad nikah, sebagian umat Muslim mempertimbangkan waktu terbaik berdasarkan kalender Hijriah.

Dilansir dari Cahaya, setiap waktu pada dasarnya diciptakan Allah SWT dengan kandungan berkah. Islam menegaskan tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan bagi manusia.

>>> Pertamina: Harga Pertamax Masih Jauh dari Nilai Keekonomian

Meski tidak ada kewajiban menikah pada bulan tertentu, beberapa bulan dianggap istimewa karena berkaitan dengan sejarah Rasulullah SAW.

Berikut adalah enam bulan Hijriah yang memiliki keutamaan tersebut.

1. Muharram

Bulan Muharram sering dikaitkan dengan mitos buruk dalam tradisi Jawa atau dikenal sebagai bulan Suro. Padahal, anggapan suatu bulan membawa kesialan bertentangan dengan ajaran Islam.

Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa memercayai pertanda buruk atau thiyarah termasuk bentuk kemusyrikan. Umat Islam dianjurkan tidak menentukan waktu pernikahan berdasarkan takhayul.

2. Safar

Masyarakat jahiliyah dahulu mengaitkan bulan Safar dengan kesialan, tetapi pandangan ini ditolak dalam Islam. Sejarah mencatat Rasulullah SAW menikahi Sayyidah Khadijah RA pada bulan Safar.

Pernikahan Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah az-Zahra juga berlangsung pada bulan yang sama. Peristiwa ini membuktikan bahwa Safar tetap menjadi waktu yang baik untuk menikah.

3. Rabiul Awal

Rabiul Awal dipandang penuh rahmat karena menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Keistimewaan ini membuatnya sering dipilih sebagai waktu pelaksanaan akad nikah.

Rasulullah SAW tercatat menikahi Khadijah binti Khuwailid pada 10 Rabiul Awal di Kota Mekkah.

>>> IHSG Menguat ke Level 6.299 Didorong Sentimen Damai AS-Iran

Beliau juga menikahkan putrinya, Ummi Kultsum, dengan Utsman bin Affan pada Rabiul Awal tahun ketiga Hijriah.