Hari Raya Idulfitri merupakan momen penting dalam Islam yang dirayakan setelah umat Muslim menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.

Banyak masyarakat yang mempertanyakan penanggalan pasti Idulfitri dalam kalender Hijriah untuk tahun 2026.

>>> Barcelona Incar Kemenangan atas Real Betis di La Liga

Perayaan Idulfitri selalu jatuh pada tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah. Sistem penanggalan Hijriah berbasis pada peredaran bulan (qamariyah), berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan peredaran matahari.

Idulfitri 2026 dipastikan jatuh pada 1 Syawal tahun 1447 Hijriah. Pergantian tahun Hijriah baru terjadi menjelang bulan Muharam.

Pergeseran tanggal hari raya terjadi karena satu tahun Hijriah memiliki durasi sekitar 354 hari. Jumlah tersebut lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan kalender Masehi yang berjumlah 365 hari.

Perbedaan jumlah hari ini mengakibatkan Idulfitri selalu maju sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahunnya dalam penanggalan Masehi.

>>> Timnas Irak Bersiap Hadapi Perancis di Piala Dunia 2026

Sebagai gambaran, Idulfitri 1445 H terjadi pada April 2024, Idulfitri 1446 H pada Maret 2025, dan Idulfitri 1447 H jatuh pada Maret 2026.

Mekanisme Penetapan 1 Syawal di Indonesia

Kementerian Agama Republik Indonesia biasanya melakukan penetapan 1 Syawal melalui sidang isbat. Proses ini mengintegrasikan dua metode, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Perbedaan kriteria atau metode terkadang menimbulkan ketidakseragaman penetapan hari Idulfitri di antara organisasi keagamaan. Hal ini menjadi bagian dari dinamika praktik ibadah.

Secara makna, kata Idulfitri berasal dari "id" yang berarti kembali dan "fitri" yang berarti suci. Idulfitri memiliki makna sebagai momen kembalinya seseorang kepada kesucian diri setelah Ramadan.

>>> EA Rilis Kode Redeem FC Mobile Mei 2026, Dapatkan Pemain MLS OVR 110-115

Umat Muslim pada hari kesucian ini dianjurkan untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan membagikan kebahagiaan kepada sesama.