Bulan Syawal 2026 menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk melanjutkan ibadah puasa sunnah setelah Ramadan.

Berbagai jenis puasa dapat diamalkan, mulai dari puasa enam hari, Ayyamul Bidh, Senin-Kamis, hingga puasa Daud.

>>> Pergerakan Mata Uang Asia Terbatas pada 16 Juni 2026

Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Keutamaannya setara dengan puasa satu tahun penuh.

Pelaksanaannya fleksibel, bisa dilakukan berturut-turut atau terpisah, mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Tanggal 1 Syawal diharamkan untuk berpuasa.

Puasa Ayyamul Bidh dan Rutinitas Mingguan

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, termasuk Syawal. Puasa ini disebut juga puasa hari putih karena bertepatan dengan bulan purnama.

Keutamaannya juga besar, yaitu pahala seperti berpuasa sepanjang tahun. Selain itu, puasa Senin dan Kamis bisa dilakukan rutin setiap pekan.

>>> Menteri ESDM Usulkan Pagu Anggaran Rp27,33 Triliun untuk Tahun 2027

Menariknya, puasa Senin-Kamis dapat digabungkan dengan niat puasa Syawal. Dengan demikian, ibadah lebih efisien namun tetap mendapatkan keutamaan keduanya.

Puasa Daud dan Ketentuan Qadha

Bagi yang ingin meningkatkan ibadah, puasa Daud bisa diamalkan dengan pola selang-seling: sehari puasa, sehari tidak. Puasa ini dikenal sebagai salah satu puasa sunnah terbaik.

Tidak ada aturan baku dalam menyusun jadwal puasa Syawal. Umat Muslim dapat mengombinasikan berbagai jenis puasa sesuai kemampuan.

Misalnya, memulai dengan puasa enam hari di awal bulan, lalu melanjutkan Ayyamul Bidh, dan mengisi hari lain dengan puasa Senin-Kamis.

>>> PUBG Mobile Rilis Update Versi 4.4 Hero's Crown, Hadirkan Tema Mitologi Prometheus

Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan, sebagian ulama menganjurkan untuk mengqadhanya terlebih dahulu sebelum puasa sunnah. Namun, ada juga pendapat yang membolehkan mendahulukan puasa Syawal.