Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah saat memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur dan upaya meningkatkan ketakwaan.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada awal bulan Muharram adalah melaksanakan ibadah puasa sunnah. Puasa di bulan ini menempati kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.

>>> Warren Buffett Borong Saham Apple dan Raih Keuntungan Spektakuler

Bahkan, puasa sunnah di bulan Muharram disebut sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadhan. Hal ini sebagaimana dikutip dari hadits riwayat Muslim.

Niat Puasa Sunnah Muharram

Bagi yang hendak menunaikan puasa sunnah pada 1 Muharram, bacaan niatnya dapat dilafalkan sebagai berikut: "Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnatan lillaahi ta'ala."

Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."

Pelafalan niat ini bisa dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu matahari tergelincir atau zawal. Syaratnya, orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Selain niat, ibadah puasa juga dianjurkan diawali dengan makan sahur.

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram

Bulan Muharram menyimpan banyak keutamaan besar bagi umat yang menghidupkannya dengan ibadah. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.

Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim)

Keutamaan khusus dari puasa di bulan Muharram terletak pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura. Puasa Asyura dapat melebur dosa setahun yang telah lewat.

>>> Jadwal Pemesanan dan Penukaran Uang Baru Serambi BI Periode 2

Untuk menyempurnakan ibadah tersebut, umat Islam juga sangat disarankan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) serta tanggal 11 Muharram.