Masyarakat Muslim Indonesia kembali menjalankan tradisi minum susu putih untuk menyambut Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H.

Tahun baru Islam dimulai sejak Senin, 15 Juni 2026 malam setelah waktu Maghrib. Sistem penanggalan Hijriah menghitung pergantian hari sejak terbenamnya matahari.

>>> Megawati Pertanyakan Pengamanan Ketat Demo Mahasiswa di Blitar

Berdasarkan kalender Kementerian Agama, tanggal 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026.

Doa dan Anjuran Tradisi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) merilis bahwa amalan ini dianjurkan disertai pembacaan doa khusus. Doa tersebut berbunyi, "Ya Allah, berkahilah minuman kami dan tambahkanlah darinya (rezeki) pada kami."

MUI juga menjelaskan bahwa tradisi ini dikaitkan dengan ulama sufi asal Makkah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

Beliau rutin membagikan susu putih kepada para santrinya setiap awal tahun Hijriah sebagai bentuk pengharapan kebaikan.

>>> Warga AS Gandrungi Gamelan, Musik Tradisional Indonesia Mendunia

Nahdlatul Ulama menginformasikan bahwa tradisi ini dapat dilakukan sepanjang malam tahun baru, mulai dari masuknya waktu Maghrib hingga menjelang Subuh.

Ulama Indonesia, Buya Yahya, menegaskan bahwa tidak ada dalil khusus dalam syariat Islam yang menganjurkan amalan ini. Oleh karena itu, tradisi ini tidak dikategorikan sebagai sunnah Nabi.

Meski demikian, beliau menyatakan praktik ini tetap diperbolehkan selama dipahami sebagai tradisi tafa'ul yang mengandung nilai kebaikan.

>>> Program Makan Bergizi Gratis Capai 43 Juta Murid, 80,7 Persen dari Target

Tradisi ini menjadi simbol kesucian hati dan bentuk sedekah kepada sesama, tanpa diyakini sebagai ibadah khusus yang disunnahkan.