Megawati Pertanyakan Pengamanan Ketat Demo Mahasiswa di Blitar
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mempertanyakan pengamanan ketat yang dilakukan aparat terhadap aksi demonstrasi mahasiswa.
Hal itu disampaikan saat meresmikan renovasi Istana Gebang dan Patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, pada Senin, 15 Juni 2026.
>>> Warga AS Gandrungi Gamelan, Musik Tradisional Indonesia Mendunia
Megawati menyoroti keterlibatan personel TNI dan Polri dalam jumlah besar untuk mengawal penyampaian pendapat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) beberapa hari sebelumnya.
Ia mengaku heran dengan pengerahan pasukan yang dinilai berlebihan.
"Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir 'ini sopo toh yo?'
Ya apa boleh buat, polisinya toh, lalu Angkatan Daratnya," kata Megawati.
Penjagaan ketat tersebut dinilai membingungkan karena mahasiswa merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang sah untuk menyuarakan aspirasi di ruang publik.
"Saya tuh mikirnya begini, mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia?" ujarnya.
Penyampaian pendapat oleh generasi muda menurutnya harus dilihat sebagai indikator iklim demokrasi yang sehat. Masyarakat diimbau tidak perlu takut selama mematuhi regulasi.
>>> Program Makan Bergizi Gratis Capai 43 Juta Murid, 80,7 Persen dari Target
"Mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak.
Nah saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo!
Mana di sini ada polisi? Panggil sini!"
ucap Megawati.
Hubungan dengan Prabowo
Megawati juga meluruskan spekulasi mengenai keretakan hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto akibat perbedaan posisi politik. "Pak Prabowo sama saya bersahabat.
Tapi kan harusnya dipisahkan, bersahabat ya bersahabat, tapi berpolitik kita bisa untuk apa? Untuk demokratisasi.
Tapi, saya bukan musuh dia, itu teman saya," ujarnya.
>>> Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026: Spanyol vs Cape Verde, Belgia vs Mesir
Ia meminta masyarakat tidak menyerap narasi yang memosisikan dirinya berseberangan secara personal dengan Presiden Prabowo. Kritik yang ia sampaikan murni demi demokrasi.
Update Terbaru
Fare Desak FIFA Copot Wasit Shaun Evans dari Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 21:04 WIB
Bursa Saham AS Menguat Imbas Kesepakatan Awal Washington dan Teheran
Senin / 15-06-2026, 21:04 WIB
BGN Kaji Pengurangan 8 Juta Penerima Makan Gratis pada 2027
Senin / 15-06-2026, 21:03 WIB
Meta Kembangkan Model AI Baru untuk Dongkrak Komersialisasi
Senin / 15-06-2026, 21:01 WIB
Presiden FIFA Ungkap Aturan Baru Piala Dunia Berkat Ide Alessandro Del Piero
Senin / 15-06-2026, 21:01 WIB
Menteri ESDM Usul Anggaran Rp815 Miliar untuk Kompor Listrik 2027
Senin / 15-06-2026, 21:01 WIB
Warren Buffett Ungkap Perbedaan Harga dan Nilai Saham
Senin / 15-06-2026, 21:00 WIB
6 Tablet Rp5-6 Jutaan Terbaik di Tahun 2026, dari Android hingga iPad
Senin / 15-06-2026, 21:00 WIB
DJP Usulkan Pagu Indikatif 2027 Sebesar Rp5,4 Triliun, Fokus pada Pengawasan
Senin / 15-06-2026, 21:00 WIB
Meta Kucurkan Rp 248 Triliun Demi Kejar Ketertinggalan Teknologi AI
Senin / 15-06-2026, 21:00 WIB
Produk Kopi Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp593 Miliar di AS
Senin / 15-06-2026, 20:59 WIB
Transaksi Derivatif BEI Melonjak Tajam Sepanjang Tahun 2026
Senin / 15-06-2026, 20:59 WIB
Jerman Hajar Curacao 7-1, Pemain Kedua Tim Berdoa Bersama
Senin / 15-06-2026, 20:59 WIB
FTISLAND Bawa Tur 'FaTe' ke Singapura pada Juni 2026
Senin / 15-06-2026, 20:57 WIB






