Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid membantah tudingan bahwa Kementerian Komdigi sengaja mematikan akses Instagram, Facebook, dan WhatsApp saat aksi demo mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).

Meutya menegaskan bahwa gangguan yang terjadi pada platform Meta tersebut bersifat global dan tidak hanya dialami Indonesia.

>>> Alberto Aquilani Latih Sassuolo, Tantangan Baru bagi Jay Idzes

Menurut Meutya, gangguan teknis pada hari Jumat itu melanda berbagai negara, termasuk kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Komdigi tidak memiliki otoritas maupun kemampuan teknis untuk mengontrol jaringan internet di luar batas kedaulatan negara.

"Komdigi tidak se-powerful itu sampai bisa mengatur agar Instagram shutdown di beberapa negara.

Karena memang kemarin Instagram itu down di banyak negara, termasuk di Amerika Serikat dan Eropa," kata Meutya pada Sabtu (13/6/2026).

Isu Muncul Bersamaan Demo Mahasiswa

Isu penutupan akses ini mencuat bersamaan dengan gelombang unjuk rasa mahasiswa terkait pelemahan nilai tukar Rupiah, kenaikan harga BBM Pertamax, dan korupsi MBG.

>>> Timnas U19 Indonesia Raih Peringkat Ketiga ASEAN U19 Championship 2026

Meutya menilai momen gangguan global tersebut sengaja dimanfaatkan pihak tertentu untuk memprovokasi masyarakat.

Ia menyebut minat baca yang rendah membuat sebagian warga mudah percaya kabar bohong. Algoritma media sosial juga memperparah dengan terus menyajikan konten kontroversial serupa.

Kondisi psikologis masyarakat yang lebih menyukai informasi bombastis ketimbang verifikasi data menjadi perhatian serius pemerintah.

Jika edukasi berkala tidak segera digalakkan, generasi muda dikhawatirkan kehilangan kemampuan berdebat secara sehat dalam sepuluh tahun ke depan.

"Jadi, tidak betul kemarin itu Instagram ditutup. Karena itu terjadi di hampir seluruh negara di dunia.

>>> Sassuolo Tunjuk Alberto Aquilani sebagai Pelatih Baru

Ada orang yang memang sengaja mengangkat isu itu berharap dapat membohongi yang lain. Jangan mau dibohongi, teman-teman," tandas Meutya.