Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa melanda sejumlah kota besar di Indonesia pada Senin (15/6). Massa dari berbagai elemen turun ke jalan di Jakarta, Semarang, Padang, hingga Medan.

Gerakan yang melibatkan badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan serikat mahasiswa (SEMA) ini membawa tuntutan krusial. Aksi digelar di titik-titik strategis oleh masing-masing universitas.

>>> Prinsip Investasi Charlie Munger Bantu Kelas Menengah Jadi Jutawan

Aksi di Jakarta dan Sekitarnya

Di Jakarta, BEM sejumlah fakultas Universitas Bung Karno (UBK) memulai aksi pukul 10.00 WIB di depan Istana Negara.

SEMA Universitas Paramadina menyusul pukul 13.00 WIB, dan BEM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) sejak pukul 10.00 WIB di lokasi yang sama.

BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) berunjuk rasa di depan gedung DPR RI mulai pukul 11.00 WIB.

Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional (KABMU Unas) memilih Bundaran HI pukul 14.00 WIB, dan BEM Universitas Trilogi bergerak pukul 13.30 WIB.

Pergerakan di Luar Ibu Kota

BEM Politeknik Negeri Semarang (Polines) berkumpul di Hall Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) sejak pukul 11.00 WIB.

Di Sumatra, BEM Universitas Sumatera Utara (USU) mendatangi Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara pukul 12.00 WIB, dan BEM Universitas Andalas (Unand) mendatangi Kantor DPRD Sumatera Barat pukul 13.00 WIB.

Tuntutan Ekonomi dan Anggaran

Isu ekonomi menjadi sorotan utama.

BEM UBK membawa manifesto #TataUlangIndonesia yang mendesak pemerintah menghentikan sementara dan mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Mereka juga menuntut stabilitas nilai tukar rupiah, peninjauan harga BBM, dan pemenuhan hak pendidikan inklusif.

SEMA Paramadina melalui aksi #ReformasiJilidII mendesak penghentian pemborosan APBN melalui evaluasi program populis seperti MBG dan Kopdes Merah Putih.