Bulan Muharram menempati posisi sebagai waktu paling utama untuk menjalankan ibadah puasa setelah bulan Ramadan. Keutamaan ini bersandarkan pada hadits shahih Rasulullah SAW.

Dalam kalender Hijriah, Muharram merupakan bulan pembuka yang berada di antara Zulhijah dan Safar. Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram yang disucikan Allah SWT.

>>> Timnas Spanyol Siap Hadapi Tantangan Cape Verde di Piala Dunia 2026

Rasulullah SAW bersabda bahwa setahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan suci, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab.

Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Umat Islam sangat dianjurkan untuk meningkatkan amal saleh di bulan Muharram. Salah satu ibadah utama yang diperbanyak adalah puasa.

Tidak ada dalil khusus yang memerintahkan puasa pada tanggal 1 Muharram secara spesifik. Namun, Rasulullah SAW memberikan anjuran umum untuk memperbanyak puasa sepanjang bulan ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram." Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadits tersebut menegaskan Muharram sebagai bulan terbaik untuk berpuasa. Umat Islam boleh berpuasa pada tanggal 1 Muharram dengan niat memperbanyak puasa di bulan mulia.

Kaum muslimin dapat mengisi bulan Muharram dengan puasa Daud, puasa Senin Kamis, atau puasa sunnah lainnya.

Puasa Tasua dan Asyura

Selain puasa sunnah reguler, umat Islam juga dianjurkan menunaikan puasa Tasua dan Asyura pada bulan Muharram. Anjuran ini bersumber dari riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA.

>>> Disney dan Pixar Siapkan Film Animasi Komedi Hoppers Tayang Maret 2026

Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW berpuasa Asyura dan memerintahkan sahabat untuk melakukannya. Para sahabat menyampaikan bahwa hari itu juga diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.