Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak masyarakat mulai menyiapkan ucapan selamat. Namun, masih ada kebingungan mengenai penulisan yang benar antara "Idul Fitri" atau "Idulfitri".

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menetapkan penulisan yang tepat adalah "Idulfitri".

>>> 5 Makanan Favorit Sel Kanker yang Banyak Dikonsumsi Warga RI

Kata tersebut wajib ditulis serangkai tanpa spasi sesuai kaidah bahasa Indonesia baku.

Penulisan serangkai ini disesuaikan dengan kaidah penyerapan kata dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

Istilah "Idulfitri" berasal dari bahasa Arab "ʿĪd al-Fiṭr" yang berarti hari raya berbuka puasa.

Proses penyerapan ke dalam bahasa Indonesia menyederhanakan penulisan menjadi satu kata. Langkah ini sejalan dengan prinsip penulisan kata serapan yang diatur dalam KBBI.

Meskipun bentuk baku telah ditetapkan, penulisan "Idul Fitri" yang dipisah masih sering ditemui di publikasi, media sosial, dan percakapan sehari-hari.

>>> 8 Rekomendasi Film Terbaik Andy Lau dari Aksi hingga Drama

Kedua bentuk tersebut merujuk pada makna yang sama.

Bentuk yang dianjurkan untuk standar bahasa Indonesia yang benar tetap "Idulfitri". Penggunaan bentuk baku ini penting terutama dalam penulisan resmi seperti surat, media massa, artikel, dan ucapan formal.

Penerapan kata baku tidak hanya menunjukkan ketepatan berbahasa, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Contoh penulisan yang tepat: "Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin."

>>> Wardah DD Cream Light: Base Makeup Ringan dengan SPF 30 untuk Kulit Cerah

Penggunaan kata yang dipisah masih dapat dimaklumi dalam konteks nonformal seperti media sosial atau percakapan santai. Namun, untuk menjaga standar kebahasaan, penulisan serangkai "Idulfitri" tetap dianjurkan.